Jumat, 12 Agustus 2016

2 JUTA TANDATANGAN, CLING!

Teman saya mau memberikan tandatangan dukungan untuk Yusril agar maju sebagai gubernur DKI. Tapi dia bingung harus kemana.

Kalau dukungan untuk Ahok gampang detemuinya. Situs Teman Ahok menginformasikan dimana dia dapat menyerahkan surat dukungan. Di mall mana dia bisa menemui stand untuk mengisi formulir, menyerahkan KTP dan membunuhi tandatangan.

Kenapa teman saya tiba-tiba mau mendukung Yusril? Sebab baru dua hari berhembus kabar namanya disebut menjadi kandidat melawan Ahok, Yusril sudah dapat sejuta dukungan.

Eh beberapa hari kemudian malah naik jadi dua juta. Gila, gak?

"Cuma orang sakti yang bisa kumpulin tandatangan dukungan secepat itu," kata teman saya. "Nah, Jakarta ini butuh orang sakti. Bukan pemimpin yang biasa-biasa aja."

"Lu tahu, jumlah 2 juta itu bahkan lebih banyak dari suara PBB di Pileg yang lalu," ujar teman saya. "Yusril jelas sakti. Bayangkan 2 juta tandatangan dalam waktu singkat. Bandingkan dwngan Ahok yang baru dapat 650 ribu dukungan, padahal kerjanya lebih heboh."

Iya juga, sih. Ahok memang tipe Gubernur yang realistis. Jalankan sesuatu dengan konkrit. Kalau butuh dukungan publik untuk maju sebagai calon independen, ya relawannya mesti kerja keras mendatangi masyarakat.

Mereka harus membuat strategi komunikasi yang menarik layaknya tim marketing sebuab produk. Satu-satu para pendukung dilayani. Itupun baru dapat 650.000 dukungan, padahal kerjanya sejak enam bulan lalu.

Berbeda dengan Yusril. Untuk mendapatkan tandatangan 1 juta orang, dia gak perlu kerja keras. Gak perlu strategi komunikasi. Cukup ayunkan tongkat sakti : cling! Jadilah sejuta tandatangan.

Kalo mau dua juta? Gampang. Tinggal... Cling! Cling! Cling!

Mau menang dalam Pilkada? Cling!

Partai Bulan Bintang jadi pemenang Pemilu? Cling!

Mau jadi Presiden gantikan Jokowi? Cling!

Kalau pemimpin mau apa-apa sudah tinggal cling begitu, apa yang tidak bisa dilakukan untuk bangsa ini?

Mau Jakarta seperti New York? Cling!

Mau menghapus kemiskinan? Cling!

Mau gaji buruh naik jadi Rp 54 juta sebulan? Cling!

Nah itu mungkin yang membuat teman saya ngebet kepingin mendukung pemimpin yang jago sihir.

"Gue rasa, diam-diam Yusril itu sahabatan sama Oki dan Nirmala. Saktinya itu lho, gak ketulungan," dia benar-benar terpukau.
Load disqus comments

0 komentar