Jumat, 12 Agustus 2016

CINTA DALAM SEMANGKOK BUBUR AYAM

Ketika melihat pacarnya makan bubur ayam, dia merasa harus memutuskan sesuatu. Pacarnya mengaduk bubur ayam itu sebelum disuap. Diaduk sampai rata, seperti adukan semen dan pasir dalam molen.

Seolah dia tidak membiarkan ada satupun elemen yang tertinggal. Suiran ayam, cakwe, kacang, kerupuk dan bawang goreng hilang. Menyatu dalam lelehan lengket itu. Lantas disendoknya pas di tengah.

Ini bertentangan dengan kebiasaannya. Dia memilih membiarkan semua ornamen di dalam mangkuk itu berdiri sendiri. Cakwe tetap sebagai cakwe, demikian juga kacang, bawang goreng, kerupuk dan sambel. Masing-masing tetap dipertahankan eksistensinya. Dia memilih menyendok dari pinggir.

Selepas pulang dari warung bubur, dia sudah tidak tahan lagi. "Mas, aku rasa kita tidak akan cocok. Aku minta putus," katanya.

"Lho, kenapa? Apa yang salah denganku," cowoknya heran. "Apa karena kita beda agama?"

"Bukan. Soal beda agama, aku anggap tidak masalah. Itu bisa diselesaikan. Kekuargaku juga sudah memaklumi."

"Lalu soal apa?"

"Cara kita makan bubur ayam, mas, itu sangat jauh berbeda. Aku gak bisa membayangkan kita hidup dengan dua perbedaan mendasar seperti itu."

"Maksud kamu?"

"Aku tidak mau nanti anak-anak aku bingung. Bagaimana mereka harus makan bubur ayam. Ikut cara aku, ibunya. Atau harus ikut gaya kamu. Kasian nanti anak-anak kita. Mereka akan malu sama teman-temannya," perempuan itu berkata tegas.

"Demi masa depan anak-anakku. Sebaiknya kita sudahi hubungan ini. Kita tidak bisa meneruskan. Itu yang terbaik buat kita berdua. Aku tidak mau melahirkan anak-anak yang akan tersiksa seumur hidupnya nanti."
Perempuan yang biasanya lembut, penuh pengertian dan ramah ini tiba-tiba jadi begitu tegas. Sesuatu yang belum pernah ditemui sebelumnya.

Tapi perbedaan mereka sudah terlalu jauh. Mereka memilih pisah, dari pada seumur hidup tersiksa saat makan bubur ayam.

Kata orang, rezeki, maut dan jodoh itu di tangan tuhan. Meski kadang-kadang, pada kasus pasangan itu, jodohnya ada di dalam mangkok bubur ayam.

Hidup memang selalu penuh misteri.
Load disqus comments

0 komentar