Rabu, 17 Agustus 2016

DOA DI SIDANG MPR

Seandainya doa ini dibacakan di sidang MPR kemarin....

Ya Allah, Ya Rahim.

Hukum di negeri ini sering seperti mata pisau yang tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Semua tahu, itu disebabkan karena banyak aparat hukum yang mata duitan. Mereka melayani orang kaya dan menindas orang miskin.

Wahai Allah, penjara KPK makin lama makin penuh. Kebanyakan isinya adalah anggota parlemen dari pusat maupun daerah. Tapi tidak ada sedikitpun tindakan kami untuk mengurangi keserakahan. Semua tahu, para maling di DPR dan DPRD, berkoordinasi dengan eksekutif untuk menggarong duit rakyat.
Maka itu, wahai zat yang paling pantas memberi hukuman. Tegurlah setiap angota DPR, DPRD maupun eksekutif dan yudikatif yang mencuri uang rakyat. Dwngan teguran yang membuat mereka sadar. Jika mereka menolak sadar, nistakanlah para koruptor senista-nistanya. Seperti engkau menistakan Qorun yang serakah.

Ya Rabb, tegakkanlah keadilanMu kepada mereka yang menjajakan kekuasaan untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Sebab karena orang-orang serakah itulah banyak nasib rakyat dipermainkan.

Kami tahu pesan sahabat Nabi, bahwa kejahatan-kejahatan ini bisa hebat karena penjahat terorganisir dan orang baik tercerai berai. Di sini, di ruang ini juga, banyak orang bermental penjahat yang duduk di kursi kekuasaan. Ada di parlemen, aparat hukum atau birokrasi. Sementara orang baik muak dengan polah mereka.

Karena itu Ya Allah, hancurkanlah setiap rencana busuk yang disusun untuk kepentingan peribadi penjahat-penjahat itu. Gantikanlah mereka dengan orang-orang baik. Orang yang tidak akan mengunakan kekuasaan di tangannya untuk menimbun-nimbun harta.

Benarlah kata Bung Karno, perjuangannya lebih mudah karena melawan penjajah. Sementara perjuangan saat ini makin sulit karena melawan bangsa sendiri. Saat ini ya Allah, kami melawan orang Indonesia yang lebih mencintai Turki ketimbang Bali.

Kami berhadapan dengan rakyat Indonesia yang memuja Erdogan tapi kurang ajar dengan pimpinannya sendiri. Padahal di Turki sendiri Erdogan sedang sibuk memenjarakan rakyatnya.

Ya rabbal aalamin. Kehidupan bertoleransi sudah hilang dari negeri ini. Keadilan belum juga terwujud. Orang yang merasa golongan mayoritas sering menindas minoritas.

Atas nama agama, mereka membakar tempat idabah agama lain atau aliran lain. Mereka menghalangi orang untuk menjalankan keyakinannya. Mereka meneriakkan kebencian dan suka menumpahkan darah.

Ya Allah, lindungilah rakyat ini dari para koruptor. Lindungilah rakyat dari orang yang punya kesempatan menyusun UU tapi menjual ayat per ayatnya dengan murah. Lindungilah rakyat ini dari orang yang suka membawa-bawa namaMu untuk melakukan kedzaliman dan kecurangan.

Jika mereka mau bertobat dengan cara memulangkan setiap sen uang rakyat yang dicuri, terimalah tobat mereka. Jika mereka mau tobat tapi tidak mau memulangkan hasil curiannya, itu tobat boongan namanya.

Ya Allah, Engkau lebih tahu mana orang yang bekerja serius untuk bangsa ini. Dan mana golongan yang selalu didorong oleh kedengkian karena kalah Pilpres. Kasihanilah mereka, para pecundang itu. Sampai saat ini rasa sakitnya belum sembuh juga...
Load disqus comments

0 komentar