Jumat, 12 Agustus 2016

ALIS

Entah kenapa, saya suka memperhatikan alis orang. Apalagi milik perempuan. Deretan rambut yang tumbuh di atas mata itu seperti pembatas isi fikiran dan wajah.

Salah satu bagian yang menarik dari wajah seorang wanita adalah alisnya. Maka lahirlah teknilogi pensil alis sampai sulam alis.

Saat berkesempatan berkunjung ke Iran, hobi saya itu tentu tidak juga hilang. Rata-rata orang Iran memiliki alis tebal, hitam dan indah. Bayangkan bulu-bulu yang tumbuh seperti semut berbaris itu menempel pada kulit putih khas Persia. Halus. Dengan hidung bangir, bentuk wajah oval dan bola mata bulat. Wajar saja jika raja Romawipun klepek-klepek di pangkuan Cleopatra.

Saya pernah membaca tulisan Dahlan Iskan saat kunjungannya ke Iran. Kata Dahlan, dari 10 perempuan Iran, ada 11 orang yang cantik. Tentu Dahlan berlebihan. Tapi amatannya bahwa wajah perempuan Iran itu menarik, tidak salah. Saya setuju 100%.

Berbeda dengan kebanyakan perempuan Arab, yang badannya melebar saat bertambah usia. Perempuan Iran relatif terjaga berat badannya. Padahal porsi makannya masyallah.

Kata teman seperjalanan saya, mungkin ini hasil dati rasa kecut sebagian besar makanan Iran. Hingga bisa melebur lemak di tubuh mereka. Memang untuk rasa kecut Iran jagonya. Tidak ada makanan tanpa cuka.

Saya pernah membeli kacang rebus di sudut kota Mashad. Kacang itu direbus langsung. Saya rasa air rebusannya itu mengandung 50% cuka. Asemnya minta ampun. Anehnya banyak orang yang minta nambah kuah rebusan kacang. Sementara saya makan kacang sambil nyengir menahan asem.

Ok, kembali kepada alis. Wajah perempuan Iran di kota Qom bagi saya lebih menarik ketimbang di Tehran. Padahal Tehran adalah kota besar dan pakaian penghuninya lebih modis. Meski mereka kemana-mana tetap wajib menutup kepala.

Kenapa wajah perempuan Qom lebih menarik. Begini. Qom adalah kecil 100 km dari Tehran. Kota ini dikenal sebagai kota suci atau kota santri. Jadi wajar saja perempuannya tidak terlalu suka mempermak wajah. Nah, alis perempuan Qom kebanyakan dibiarkan seperti aslinya. Hitam, agak tebal dan indah.

Berbeda dengan Tehran. Ini adalah ibukota setara metropolitan. Kaum perempuannya juga hobi berdandan. Bagian alisnya rata-rata dicukur hampir habis, lalu diganti dengan lukisan pensil.

Serunya, bagian ujung alis dibuat agak menaik, dengan lengkungan tajam ke bawah. Jadi kesannya seperti orang sombong atau sedang marah.

Nah, meski secara struktur wajah perempuan Qom dan Tehran sama (sama-sama cantik) tapi saya lebih suka memandang wajah perempuan Qom. Bagi saya alis mereka bagus...
Load disqus comments

0 komentar