Jumat, 12 Agustus 2016

GELAR PAHLAWAN

Ada seorang jenderal besar yang kini diributkan. Apakah dia cocok dianugerahi gelar pahlawan. Atau hanya pantas dikenang sebagai diktator korup.

Saya jadi ingat sebuah anekdot di pedalaman Papua. Jenderal itu bersama beberapa petinggi negeri dan utusan negara tetangga menyusuri Papua menggunakan helikopter. Dia ingin menunjukan betapa kekuasaanya telah memberi kemakmuran pada rakyat di sana.

Di sebuah sungai, mereka melihat sebuah perahu motor. Di atas petahu ada empat orang berseragam sedang menarik seorang anak kecil Papua dengan tambang. Persis seperti bermain ski air.

Sang jenderal membanggakan tontonan itu. "Coba lihat itu. Betapa hebatnya kami menyatu dengan rakyat." Lalu dia memuji orang-orang di sungai melalui pengeras suara.

"Teruskan kerjakeras kalian. Kita tunjukan pada dunia, bagaimana kita sangat menghargai dan mencintai rakyat," ujarnya. Orang-orang di atas perahu melambaikan tangan. Senang mendengar pujian dari junjungannya.

Salah seorang dari mereka nyeletuk kepada rekannya, "Bapak-bapak itu semua gak tahu, kalau kita lagi mancing buaya. Hehehehhehhe..."

"Iya, kulit buayanya nanti diekspor oleh perusahaan anaknya. Hahahhaha..."

Nah, orang-orang yang di atas helikopter itu yang kini mau menganugerahkan Soeharto dengan gelar pahlawan nasional.
Load disqus comments

0 komentar