Senin, 15 Agustus 2016

SAKIT GIGI BAKAR VIHARA

Siapakah mahluk yang paling menderita di Indonesia? Adalah mereka yang sedang sakit gigi sementara rumahnya berada di sebelah masjid atau mushola. Pengeras suara yang sering berkualitas asal teriak itu akan menghujam telinganya. Iya sih, itu panggilan azan. Atau suara pengajian. Tapi, ini sakit gigi mas brow.

Jika dia protes suara cempreng tersebut, takutnya dianggap kafir. Kalau diem saja, kepalanya seperti mau pecah. Serba salah.

Mungkin suasana seperti pasien sakit gigi itulah yang dialami ibu keturunan Tionghoa saat dia menegur pengurus masjid untuk mengecilkan suara speakernya. Tapi mereka tidak suka ditegur. Jika sudah menyebut nama Tuhan, memang banyak orang akan merasa menjadi tuhan. Lalu bisa berbuat apapun sekehendaknya.
Hukum seperti mati suri. Padahal ada aturan mengenai pengeras suara di rumah ibadah. Tapi siapa yang peduli? Wong, mayoritas.

Bahkan bank saja biasanya menolak mengucurkan KPR untuk rumah-rumah yang terlalu dekat dengan masjid. Saya rasa, masalahnya ya, itu tadi. Orang Indonesia memang suka beribadah, tapi dia juga manusia normal yang bisa sakit dan butuh suasana adem di rumahnya.

Suasana riuh dari spaker rumah ibadah akan lebih ramai di kampung-kampung padat. Dimana mushola dan masjid saling berdekatan. Jika masing-masing mengeluarkan speaker saling teriak, bisa dibayangkan betapa riuhnya.

Dalam perspektif psikologis, jika kebisingan terus melanda telinga seseorang, bisa berakibat pada gangguan emosional. Saya jadi berfikir, kenapa saban Ramadhan banyak tawuran dan emosi orang sering tidak terkontrol? Jangan-jangan karena pada saat Ramadhan banyak orang yang psikologisnya terganggu karena udara terlalu bising. Soalnya hampir 24 jam ada suara keras dari berbagai menara tempat ibadah. Tanpa henti.

Tapi, saya rasa pikiran saya itu berlebihan. Bagaimana mungkin orang jadi emosi jika sering mendengar suara dari masjid? Kebisingan kan, bisa dari suara kendaraan, pabrik, klakson, atau lainnya. Jadi jangan salahkan masjidnya, dong.

Ok. Tidak ada yang salah. Yang salah itu, orang yang tinggal di dekat mushola atau mesjid dan dia sedang menderita sakit gigi. Karena itu pulalah ada 8 Vihara dibakar, mobil-mobil dihancurkan. Kerusuhan meledak di Tanjung Balai Asahan.

Kesalahan terbesarnya cuma satu : karena malas sikat gigi!
Load disqus comments

0 komentar