Jumat, 12 Agustus 2016

KITAB SUCI INDONESIA

Atas nama konstitusi Presiden Obama menegaskan dukungannya untuk pembangunan masjid di ground zero (bekas reruntuhan gedung WTC).

Sebab konstitusi AS memang membebaskan semua umat beragama untuk mendirikan tempat ibadahnya.

Meskipun sentimen publik AS pasca tragedi 9-11 pada Islam demikian negatif, tapi Obama keukeuh mendukung pembangunan itu. " Sebagai Presiden tugas saya adalah menjalankan konstitusi," tegas Obama.

Presiden beragama kristen yang taat itu, jelas sikapnya. Dia membela kaum muslim yang hendak membangun masjid. Betapapun tidak nyamannya masyarakat AS pada sesuatu yang berbau Islam.

Sejatinya itulah sikap seorang pejabat negara. Dia adalah personifikasi dari konstitusi negara. Kitab suci yang dipegangnya adalah UUD.

Sikap yang sama ditunjukan Jokowi terhadap pembangunan Gereja St Clara di Bekasi. Ketika semua syarat dan ketentuan pembangunan gereja sah secara hukum, tidak ada pilihan lain bagi pemerintah untuk tidak mendukungnya.

Bagi pemerintah dan aparat keamanan, memastikan gereja itu berdiri sesuai aturan adalah kewajiban. Bukan karena pemerintah membela umat kristiani, tapi karena konstitusi mewajibkan tindakan itu.

Jika ada satu saja oknum pemerintah yang menentang, dia jelas tidak amanah. Sebab amanah yang diemban semua pejabat adalah amanah UU. Dia tidak mewakili sekelompok agama.

Demonstran yang anti pembangunan gereja tersebut, adalah orang-orang yang mau melanggar konstitusi. Mereka merasa hidupnya di atas hukum. Mereka bawa-bawa ayat Quran untuk memamerkan pembangkangannya. Terhadap mereka, pemerintah harus tegas. Sebab fungsi pemerintah yang paling utama adalah menjaga aturan bernegara.

Tidak ada satu alasanpun yang bisa diajukan jika bertentangan dengan konstitusi. Itulah mengapa dulu Gus Dur mencabut Kepres yang melarang perayaan Imlek secara terbuka. "Pelarangan perayaan imlek melanggar UUD," ujar Gus Dur.

Ahok juga sering bicara. "Sebagai Gubernur saya lebih taat pada ayat konstitusi ketimbang ayat kitab suci," begitu katanya. Ketika menjadi pejabat dia harus berdiri di atas semua kelompok. Dia harus mampu melayani orang muslim yang mempercayai Al Quran. Juga melayani umat kristiani yang berpegang pada Bibel.

Ahok harus melayani warga Betawi dan Tionghoa secara sama. Karena keduanya punya hak sepadan di mata konstitusi.

Sebab begitulah negara RI didirikan.

Konstitusi adalah janji setia kita sebagai bangsa. Konstitusi adalah kitab suci bernegara. Menyelewengkan konstitusi berarti meruntuhkan negara. Berarti mengarahkan Indonesia pada kehancuran...
Load disqus comments

0 komentar