Jumat, 12 Agustus 2016

MARI BERSENANG-SENANG

Jamaah yang budiman.

Di kehidupan yang semakin pengab ini, kita sering lupa bersenang-senang. Kita terlalu asyik dengan hal-hal rutin, sehingga tidak menghiraukan bagaimana caranya gembira.

Padahal ada banyak kegembiraan di sekitar kita. Bagi mereka yang berjiwa pemberontak, membeli boneka Barbie yang lucu, lalu membetot kepalanya sampai putus adalah sebuah kesenangan. Kamu bisa tertawa puas saat membetotnya. Urat syaraf yang tegang jadi kendor.

Sedangkan bagi seorang anak lelaki yang baru saja dimarahi bapaknya. Lantas melihat bapaknya jatuh dari motor juga kesenangan yang tiada tara. Dia akan tertawa terbahak-bahak sampai celananya basah. Lihatlah, betapa indahnya kehidupan.

Atau bagi perempuan yang baru saja dikhianati pacarnya. Dia galau. Suatu saat cowok dari sahabatnya yang sebentar lagi menikah, ngajak dia untuk nonton berdua saja. Itu mungkin bisa mengurangi kesedihan hatinya.

Apalagi ketika pulang nonton mereka mampir ke rumah sahabatnya itu, calon istri cowok yang ngajak nonton itu. Bercerita bahwa mereka habis nonton berdua sambil berpegangan tangan. Mesra. Nikmat apalagi yang tidak dia syukuri.

Jika melihat teman memasang status berduka di FB, lalu kamu komen dengan menampilkan ikon tertawa ngakak, betapa senang hatimu. Berharap saja temanmu juga akan senang dan berterimakasih.

Bagi istri yang mendapatkan SMS mesra dari perempuan lain di HP suaminya, lantas membalas SMS itu dengan kata-kata yang tidak kalah mesra, seolah dia bertindak sebagai suaminya. Bisa jadi itu menumbuhkan perasaan gembira. Dia gembira, karena tidak salah pilih.

Coba bayangkan jika seluruh perempuan di dunia ini tidak ada yang suka dengan suaminya. Cuma dia satu-satunya yang suka. Bukankah dia akan ragu, apakah pilihannya benar?

Ada banyak hal-hal kecil yang bisa kita jadikan sarana bersenang-senang. Melihat Ahmad Dhani kampanye politik, juga bisa menumbuhkan perasaa senang. Kita jadi membayangkan film Warkop DKI.

Cobalah untuk bersenang-senang. Jika bersenang-senang di atas penderitaan orang lain dianggap gak sopan. Maka bersenang-senanglah di bawah penderitaannya.

Jamaah yang budiman.

Ini sekadar tips. Keluhuran budi dan keindahan akhlak adalah pedoman kita untuk selalu bersenang-senang...
Load disqus comments

0 komentar