Jumat, 12 Agustus 2016

PARANOID

Kita rupanya terjangkit wabah paranoid yang luar biasa. Bahkan melihat gambar saja kita merinding. Sepertinya jika gambar-gambar itu ditemukan di sekitar kita, lingkungan jadi bau bangkai. Lalu kita ngumpet di kolong meja. Atau berteriak mirip ada kebakaran.

Belakangan orang ribut dengan ditemukannya logo PKI di kaos oblong. Entah siapa yang mengedarkan kaos berpalu arit itu. Lalu kita gelisah. Kita juga tahu petani di desa dan pekerja kasar biasanya menggukan palu dan arit untuk alat produksinya. Tapi jika menemui gambarnya, seperti ketemu jin iprit.

Lantas ada yang teriak, ini kebangkitan komunis. Padahal sebagai deologi, komunis sudah bangkrut. Gimana mau bangkit lagi. Paling jadi zombie.

Mulanya Gorbacev (Presiden Uni Sovyet) melancarkan Glasnot dan Prestroika. Tapi Sovyet adalah negeri yang tertutup, jadi alergi keterbukaan. Akhirnya negara itu pecah berkeping-keping. Kepingannya bahkan bisa ditemui berserak di Jakarta. Cewek Uzbekistan banyak berkeliaran di tempat hiburan di sini.

Di Jerman, tembok Berlin sebagai lambang pemisahan blok barat (kapitalis) dan blok timur (sosialis) juga sudah ambruk. Orang Jerman bersatu lagi. Mereka tidak takut komunis. Yang ditakutkan justru gerakan ultranasionalis semacam Nazi.

Bagaimana dengan RRC? Ini memang negara komunis. Tapi komunis banci. Sistem politiknya menggunakan pola komunis untuk mempertahankan kekuasaan polit biro. Tapi ekonominya, ya mirip kapitalis. Deng Xio Ping, pemimpin RRC, tidak peduli dengan komunis yang jadi banci. "Tidak penting kucing hitam atau putih. Yang penting bisa menangkap tikus," katanya.

Bukan hanya dengan logo PKI kita berkeringat dingin. Orang juga paranoid dengan gambar Bintang Daud, berbentuk segi enam. Melihat itu lantas orang menuding : konspirasi Yahudi! Lalu mereka ngumpet di kolong tempat tidur. Atau teriak-teriak seperti orang kesurupan. Membuat takut seisi kampung.

Logo lain yang ditakuti adalah gambar mata satu di atas segitiga. Orang menyebutnya simbol Dajjal. Padahal gambar ini terdapat juga pada lermbaran dolar AS. Saya yakin orang yang paranoid dengan Dajjal, tetap saja suka dengan dolar AS. Logonya benci, dolarnya kagak.

Apakah logo-logo itu semenakutkan setan gundul? Saya tidak tahu. Bagi saya, itu hanya gambar. Sebuah logo, jelas jauh dari ideologi. Sebuah grafis tidak akan merusak keimanan. Gambar palu dan arit, tidak merusak pemahaman kita tentang Pancasila.

Atau sebetulnya kita sedang terkena demam Robert Langdon, Profesor Kriptologi asal AS yang menjadi tokoh utama dalam novel Dan Brown, Davinci Code. Tokoh yang diperankan Tom Hank ini sibuk menelaah organisasi rahasia Iluminati, disertai dengan kisah trailler yang melatarbelakanginya.

Tapi sebuah skrip kuno yang penuh rahasia dan memakan korban itu hanya ada dalam novel dan film. Selebihnya, sebuah gambar grafis ya, hanya gambar saja.

Saya sendiri susah untuk paham, bagaimana sebuah gambar bisa semenakutkan itu. Mungkin saya harus tanya Alm. Soeharto, Setahu saya dialah yang dulu paling takut dengan gambar palu dan arit.
Load disqus comments

0 komentar