Jumat, 12 Agustus 2016

PERJUANGAN SIMBOL

Orang yang getol teriak penerapan Perda syariah mungkin akan berkerut dahinya ketika membaca hasil penelitian Maarif Institute bariu-baru ini. Lembaga itu melakukan serangkaian penelaahan untuk menyusun indeks kota yang paling islami. Mau tahu kota mana yang terpilih sebagai kota paling islami di Indonesia? Denpasar!

Kita tentu terhenyak, ternyata kota dengan mayoritas penduduk beragama Hindu menempati posisi teratas sebagai kota paling islami. Sementara kota-kota yang menerapkan Perda Syariah seperti Banda Aceh, Tasikmalaya atau Tanggerang boro-boro masuk 10 besar. Bahkan Padang berada diurutan kedua terbawah sebelum Makasar.

Maarif Institute memang mendasarkan penilaiannya pada intisari Al Quran tentang kehidupan sosial yang islami --Kesejahteraan warga, keamanan dan tingkat kebahagian penduduk. Jadi bukan dilihat dari berapa besar populasi orang pakai jilbab atau jumlah masjid.

Beberapa tahun lalu, dua orang profesor muslim dari George Washington University juga melakukan penelahaan negara paling islami. Dasar penilaiannya tidak jauh berbeda, kesejahteraan, keamanan, distribusi ekonomi, keadilan dan keterbukaan politik. Posisi teratas ditempati Irlandia, Denmark, Luxemburg dan Selandia Baru. Saudi sendiri berada di urutan ke 91 dan Qatar 111.

Dua penelitian itu menggambarkan bahwa islam sebagai basis nilai jauh berbeda dengan islam sebagai kedok. Sebagai basis nilai, agama ini mendorong pada kebaikan, keadilan dan kemakmuran. Jika digunakan cuma sebagai simbol, agama ini juga bisa dieksploitasi untuk melawan nilai-nilainya sendiri.

Pada banyak kasus justru jargon agama (islam) dipakai untuk menindas dan mengeksploitasi. Jangan kaget, banyak negara yang paling eksploitatif pada simbol-simbol keislaman justru menjadi negara paling tidak makmur, rakyatnya sengsara, korupsi tinggi dan penuh penindasan.

Sementara di Indonesia, sudah benar Pancasila sebagai intisari ajaran Islam dalam berbangsa, masih saja sering dikafir-kafirkan. Mungkin karena tidak menggunakan bahasa arab. Padahal dari semua sila dalam Pancasila tidak ada satupun yang bertentangan dengan doktrin Al Quran.

Yang sering jadi pertanyaan saya, buat apa perda syariah jika justru tidak bisa menghasilkan masyarakat lebih baik? Buat apa memperjuangkan khilafah kalau ujung-ujungnya malah merusak kehidupan.

Sayang tidak pernah ada penelitian siapa pasangan paling islami di Indonesia. Kalau ada, jangan-jangan skor tertinggi ditempati Nia Zulkarnaen dan Ari Sihasale.
Load disqus comments

0 komentar