Selasa, 09 Agustus 2016

PIKIRAN DIMAKAN TIKUS

Ketika hendak tidur semalam, seperti biasa saya meletakkan pikiran di atas rak dekat televisi. Saya menaruhnya begitu saja bersama jam tangan, kunci mobil, handphone dan sebungkus rokok. Saya memang selalu ingin pergi tidur tanpa harus berpikir. "Jangan bawa masalahmu ke dalam tidur," begitu nasehat seorang sahabat kepada saya.

Namun saat bangun pagi tadi, saya bingung, pikiranku ternyata tidak ada di tempat biasanya. Ini membuat saya kelabakan. Seisi rumah ribut mencari, tapi entah kemana pikiranku ketelingsut.

"Emang semalam ayah taruh pikirannya dimana?," tanya anakku, yang bersiap berangkat ke sekolah. "Aku sudah cari di kolong-kolong lemari, gak ketemu."

Karena waktu semakin siang, anakku akhirnya pergi sekolah. Aku tahu mereka gelisah. Mereka kuatir ketika nanti pulang, ayahnya belum juga menemukan dimana pikirannya berada. "Masa aku punya ayah, yang pikirannya gak ada, sih?," begitu mungkin keraguannya. Mereka tentu akan malu dengan teman-temannya

Pagi itu, tanpa adanya pikiran di kepalaku, aku bingung bagaimana caranya mandi. Aku juga tidak bisa menggosok gigi, sebab tanpa pikiran pasti sulit membedakan sikat gigi dan sikat WC.

Menjelang siang, ketika si Mbak pulang dari pasar, barulah aku menemukan pikiranku kembali. Rupanya si mbak yang membereskan. "Habis bapak naronya suka sembarangan, sih. Nanti kalau pikirannya dimakan tikus, gimana?," begitu alasannya...

Makasih, ya mbak...
Load disqus comments

0 komentar