Senin, 15 Agustus 2016

STATUS PALSU

Seorang ibu berkerudung membawa bayinya ke Rumah Sakit. Anaknya adalah korban vaksin palsu. Tapi betapa malangnya, sesampai di RS, tim medis tidak bisa menangani pasien karena menggunakan kartu BPJS palsu.

Dengan perasaan sedih, dia bermaksud mengadukan nasibnya ke Gubernur Jakarta. Ah, sungguh tragis. Yang ditemuinya ternyata Gubernur palsu, hasil pelantikan FPI dulu. "Ane cuman bisa nampung keluhan ente."

Ibu malang itu frustasi. Hidup jadi begitu susah dan hampa.Lalu dia mengambil jalan singkat. Bersama bayinya dia memilih bergabung dengan kelompok Santoso, menerobos masuk ke hutan Poso. Tapi apa mau dikata, ternyata Santoso sudah mati sebagai syuhada palsu.

Foto-foto mayat Santoso berkeringet palsu dan wangi karbol disebarkan oleh media-media palsu. Diteruskan lagi oleh akun-akun palsu. Tapi dia tidak ingat, apakah penjual sprei palsu itu ikut berkomentar juga?

Sadar bahwa hidupnya dikepung begitu banyak kepalsuan dan diburu Densus 88 dia lantas melarikan diri ke Sumatera Utara. Disana ibu itu berjumpa dengan anggota FPI yang sedang memprotes rumah makan Babi Panggang Karo. Dia berfikir, seandainya yang dijual adalah babi palsu apakah FPI tetap akan memprotesnya?

Dulu di Jakarta ada orang yang korupsi daging sapi tapi tidak seorangpun anggota FPI yang turun demonstrasi. Padahal korupsi itu juga haram, bukan? "Mungkin sebenarnya mereka cuma pembela Islam palsu, " bathinnya.

Tapi buat apa mikirin babi asli atau palsu, dia sendiri masih bingung dengan dirinya. Coba saja buka jilbabnya. Perhatikan baik-baik. Ternyata dia juga seorang ibu palsu! Sebetulnya dia adalah narapidana tukang perkosa anak kecil, yang kemarin kabur dari penjara Salemba. Mengecoh sipir dengan memakai kerudung hitam.

Untung polisi berhasil menangkapnya kembali. Sebentar lagi ibu palsu itu akan punya teman. Seorang tukang sate palsu yang juga tertangkap sebagai pedofil. Dulu tukang sate itu pernah menghina Presiden Jokowi dengan menyebarkan gambar porno palsu.

Hebatnya tukang sate itu dibela mati-matian oleh Fadli Zon. Saya lupa, apakah Fahri Hamzah, anggota DPR yang kini jadi kader PKS palsu itu, ikut membelanya apa tidak.

Tapi sungguh. Pembelanya adalah Fadli Zon yang asli. Kalau gak percaya, tanyakan saja keasliannya kepada Roy Suryo.

Eh, sebentar. Itu Roy Suryo-nya bukan yang palsu kan? Kalau yang asli di depannya ada huruf KRMT...
Load disqus comments

0 komentar