Selasa, 13 September 2016

PARA PEMBENCI UKHUWAH

Setelah ribuan jemaah haji Iran mati tanpa pertagungjawaban di Mina pada ibadah haji tahun lalu. Pemerintah Iran memprotes Saudi Arabia untuk bertanggungjawab terhadap ribuan nyawa manusia yang gugur di sana.

Jamaah Iran dan Afrika adalah korban terbesar. Selain jamaah asal Indonesia. Tapi sampai saat ini Saudi lepas tanggungjawab. Para jamaah itu adalah tamu Allah. Mereka datang bukan dengan tangan kosong. Setiap jamaah menyumbangkan devisa yang tidak sedikit untuk ekonomi Saudi.

Tapi bagaimana mereka diperlakukan? Jamaah yang datang dari jauh itu, mati bertumpuk di Mina, lantas ditangani seperti bangkai hewan. Tanpa penghormatan sedikitpun. Boro-boro bertanggungjawab. Bahkan menginformasikan bagaimana kejadian sebenarnya, Saudi merasa itu tidak penting lagi.

Wajarlah Iran protes. Republik Islam ini tidak terima nyawa rakyatnya disamakan dengan kambing. Iran memilih menahan mengirim jemaah haji dan umrohnya, ketimbang tidak terjaminnya keselamatan warganya. Tahun ini tidak ada satupun jemaah Iran secara resmi berhaji.

Saudi sendiri bertindak lebih jauh. Negara pusat ajaran Wahabi itu juga melarang jemaah dari Yaman dan Suriah untuk beribadah ke tanah suci. Selain lepas tanggungjawab terhadap keselamatan tamu Allah, mereka juga malarang sebagian muslim melaksanakan haji.

Tidak cukup sampai disitu. Meskipun Iran adalah korban, mereka terus dipersalahkan. Hanya karena mereka menganut mazhab Syiah, mazhab Islam yang mengagungkan cinta pada kekuarga Nabi. Bahkan propaganda kebencian mazhab itu sampai ke Indonesia.

Kemaren Indosiar menyiarkan bahwa pengikut Syiah wukuf di Karbala. Ini benar-benar kebodohan yang luar biasa. Karbala adalah sebuah lokasi di Irak tempat syahidnya Imam Husein. Ziarah ke Karbala, bagi penganut Syiah adalah ritual penting. Tapi, ini tidak ada hubungannya dengan Wukuf, sebagai bagian ritual haji.

Setiap menjelang hari raya Idul Adha, para pecinta keluarga Nabi melakukan doa Arafah. Inilah yang dilakukan di Karbala, jutaan jamaah berkumpul untuk melakukan doa bersama. Kegiatan seperti sudah dilakukan sejak ribuan tahun lalu. Bukan hanya di Karbala, tetapi di pusat-pusat spritual lainnya. Doa Arafah bukan bagian dari Haji. Sama seperti kita berpuasa Dzulhijah beberapa hari menjelang Idul Qurban.

Dengan menyiarkan bahwa pencinta keluarga Nabi melakukan wukuf di Karbala, ini adalah hasutan yang luar biasa. Sebagin orang yang percaya hasutan ini, akan menuding, ini adalah ibadah yang sesat. Padahal tidak pernah ada Wukuf di Karbala. Saat berhaji, jamaah Iran juga ke wajib Mekkah.

Indosiar, juga Jonru dan Piyungan, menyebarkan hasutan agar kebencian pada para pecinta keluarga Nabi terus memuncak. Mereka ingin memperhadapkan sesama umat Islam. Mereka adalah para merobek ukhuwah.

Para penghasut seperti merekalah yang seharusnya menjadi musuh semua orang yang mencintai persatuan. Jika Anda memimpikan ukhuwah islamiyah dan kedamaian kemanusiaan, musuh Anda adalah para penghasut dan para penyebar fitnah. Musuh kaum pecinta adalah mereka yang suka menyebarkan kebencian.

Tampaknya banyak orang bodoh terpedaya oleh provokasi ini. Tanpa pengetahuan, mereka ikut-ikutan membenci para pecinta keluarga Nabi. Bahkan ikut percaya bahwa penganut Syiah, tidak erhaji ke mekkah tetapi ke Karbala. Fitnah keji seperti inilah yang terus diproduksi.

Bagaimanamungkin mereka mengharap syafaat di hari akhir, jika setiap saat yang dilakukannya menyebarkan kebencian kepada para pecinta keluarga Nabi...
Load disqus comments

0 komentar