Rabu, 07 September 2016

WAKTU HUJAN SORE-SORE

Hujan menampar Jakarta. Rintiknya menghujam aspal, menikam siapa saja yang melintas. Orang-orang berteduh, tertegun memeluk dirinya sendiri. Sepasang kekasih basah kuyup, berjalan menepi. Menghentikan sepeda motornya. Di pinggiran sana mereka berdiri. Saling berhimpitan, seperti ingin menularkan kehangatan satu sama lain.

Terpaan air melunturkan celak mata perempuan itu. "Hari ini tidak ada lagi air mata," bisik sang pria, lembut. "Hujan sudah terlalu banyak membasahi wajahmu."

Adakah orang yang sanggup mengabaikan perpaduan rinai air dan senja yang diperjodohkan oleh waktu? Berkali-kali aku mencobanya, tapi mereka terus saja membetotku ke dalam arusnya.

Aku hanya mampu memandangi langit sore yang abu-abu. Menghitung setiap rintik hujan dengan bantuan kalkulator. Jumlahnya lebih banyak dari hujan kemarin lusa...
Load disqus comments

0 komentar