Senin, 10 Oktober 2016

JANGAN MAU DIBOHONGI LELAKI

"Bang, Al Quran itu sudah jelas, melarang memilih pemimpin non-muslim. Kenapa Anda membela Ahok? Anda melanggar perintah Quran, dong," seorang teman perempuan memprotes saya. Tentu ini maksudnya baik, mungkin dia kuatir saya masuk neraka.

Lalu dia bicara soal ayat itu lagi, yang.kini bahkan dicetak sebagai bungkus roti, lengkap dengan terjemahannya.

"Saya punya pengertian berbeda tentang ayat itu, makanya bagi saya tidak ada yang salah seorang muslim mendukung Ahok. Kalau saya berbeda pendapat, gak apa-apa, kan?" jawab saya.

"Lha, itu sudah jelas kok, disebutkan Quran : haram memilih pemimpin non-muslim. Kenapa harus membangun tafsir lain?"

"Eh, kamu setuju suamimu poligami?"

"Ya, gaklah."

"Lho, poligami itu kan dibolehkan. Bahkan Nabi saja melakukannya. Kenapa kamu menentangnya?"

"Itu kan Nabi, dia terjaga dari berbuat tidak adil. Suamiku bukan Nabi. Lagian saya punya pemahaman sendiri mengenai ayat tentang poligami. Jangan cuma berpegang pada terjemahan Quran saja, dong. Ada berbagai aspek perlu difiikirkan ketika kita mau bicara soal aturan poligami."

"Maksudnya?"

"Saya sih, gak mau dibohongi oleh para lelaki, dengan menggunakan ayat tentang poligami. Dia mau enaknya sendiri, tapi mengatasnakaman agama."

Entah kenapa, belakangan ini saya sering terserang diare...
Load disqus comments

1 komentar: