Senin, 10 Oktober 2016

YAMAN MENANGIS DI BULAN MUHARAM

Selepas jemaah haji kembali ke tanah air masing-masing dan pulang membawa kenangan manis bertamu ke rumah Allah. Selepas orang membalas panggilan Allah, Labbaik Allahuma Labaik, lalu tersungkur di depan Kabah. Selepas para jamaah berpamitan kepada Rasulullah, dengan meneteskan air mata di bawah kubah makam. Selepas doa-doa peziarah dipanjatkan untuk penghuni pemakaman Baqi.

Pesawat tempur Saudi Arabia, membawa ratusan kilo bom, ikut berlepas landas dari pangkalan militernya. Pesawat-pesawat itu bergerak ke arah selatan, menuju sebuah negara kecil, Yaman. Negara dengan kekayaan alam yang masih belum dieksplorasi dan cadangan minyak yang segudang.

Sudah beberapa tahun Saudi ,mencoba menghancurkan Yaman. Negeri leluhur para habaib itu luluh lantak. Kekuatan militer Saudi membombardir dari udara, mirip gaya AS yang hanya berani menggunakan drone untuk menjatuhkan Bashar Assad di Suriah. Setelah Yaman luluhlantak, pasukan darat yang terdiri dari kaum ekstrimis Al Qaedah menunggu giliran untuk masuk.

Ini adalah Muharram, bulan yang Allah haramkan untuk berperang. Ini adalah Muharram, salah satu bulan suci umat Islam. Dan Arab Saudi, di awal Muharam ini, menjatuhkan bom untuk membunuh rakyat Yaman.
Bom dijatuhkan di lokasi, dimana ratusan rakyat sedang berkumpul untuk sebuah acara doa.

Ratusan mayat bergelimpangan. Sebagian hangus terbakar. Bau sangit meruap ke udara yang kering. Anak-anak menjerit. Bongkahan daging berhamburan bersama bunyi tulang yang patah.

Musim haji ini, tidak ada rakyat Yaman yang berkesempatan menziarahi makan Rasulullah. Rezim Arab
Saudi melarangnya masuk ke negara kerajaan itu. Bukan hanya dinistakan dengan invasi militer, rakyat
Yaman juga dihalangi mengadukan nasibnya ke makam Nabinya. Dilarang bertamu ke rumah Allah untuk melaksanakan rukun Islam.

Sejak delapan bulan invasi militer Saudi, yang disokong AS dan Israel, puluhan ribu rakyat Yaman tewas. Sebagian adalah anak-anak dan perempuan. Seluruh infrastruktur negeri itu hancur. Menysiakan kesengsaraan warganya.

Tragedi kemanusiaan ini terjadi dari perang yang --tanpa disadari-- ikut ditopang oleh para jemaah haji dan umroh, dengan devisa yang mereka bawa ke Saudi Arabia. Imperium Saudi seperti memperalat umat Islam untuk ambisi politiknya.

Tapi rakyat Yaman, yang terkenal gagah berani itu, tidak akan bungkam. Mereka melawan. Mereka tahu, ini soal keadilan. Ini soal harga dirinya sebagai bangsa dan sebagai manusia.

Rakyat Yaman tahu, mereka menghadapi kebengisan dan keserakahan yang dibungkus jubah agama...
Load disqus comments

0 komentar