Rabu, 16 November 2016

AHOK TERSANGKA : SELAMAT MENIKMATI


Kasus Ahok semakin menarik ketika Gubernur non aktif ditetapkan sebagai tersangka. Onani panjang para penentang Ahok itu kini klimaks.

Sebab bukan kali ini saja tekanan masa meminta Ahok ditangkap. Jauh sebelum kasus ini terjadi, orang-orang yang sama juga berdemonstrasi mendesak Ahok ditangkap dalam kasus Sumber Waras. Padahal KPK menegaskan tidak ada tindak pidana disana.

Desakan tangkap Ahok juga terjadi pada kasus reklamasi. Walaupun akhirnya terbukti, yang justru tertangkap tangan adalah politisi Gerindra M. Sanusi dan Pengembang Pulau G dengan duit suap.

Bahkan ketika Jokowi terpilih menjadi Presiden, FPI melantik Gubernur KW 2 sebagai langkah penolakan terhadap Ahok yang otomatis naik jabatan dari posisi wakil Gubernur.

Makanya ketika kasus ini meledak, orang-orang yang sama punya kesempatan menggoreng kasus ini hingga terjadi polarisasi dalam masyarakat. Bukan apa-apa. Bahan gorengannya adalah isu agama yang sangat sensitif.

Langkah Polri menetapkan Ahok sebagai tersangka saya rasa adalah jalan yang pas. Meskipun diakui terdapat perbedaan pendapat yang tajam diantara penyidik. Tujuannya agar kasus ini bisa dibuka dengan terang benderang hingga tidak lagi ditungangi oleh mereka yang punya agenda lain, seperti yang belakangan terjadi.

Dengan status Ahok sebagai tersangka, maka Polri juga punya amunisi untuk menangani kasus-kasus lain yang merembet karena kasus in. Kasus demonstasi yang digunakan sebagian orang untuk upaya makar yang diteriakkan Fahri Hamzah, sepantasnya menjadi fokus Polri selanjutnya. Juga Buni Yani.

Demikian juga kasus penistaan lembaga kepresidenan yang dilakukan Ahmad Dhani saat demonstrasi kemarin, selayaknya bisa juga diteruskan. Atau kasus tersangka kerusuhan di akhir demonstrasi.

Kasus penghadangan kampanye yang merupakan tindak pidana juga bisa ditegakkan. Atau ancaman pembunuhan yang diteriakkan seorang lelaki berkopiah putih di Rawa Belong kemarin.

Demikian juga ajakan penarikan dana besar-besaran, saya rasa itu bagian dari provokasi, bukan saja terhadap kasus Ahok tetapi juga bertujuan untuk meruntuhkan siatem ekonomi Indonesia. Jika benar-benar terjadi yang akan merasakan dampaknya adalah rakyat kecil.

Artinya ditetapkannya Ahok sebagai tersangka bisa jadi jalan masuk Polri untuk menyelesaikan pelanggaran hukum lain. Dari sanalah makna semua orang setara di mata hukum bisa ditegakkan dengan baik, hingga Indonesia kembali menjadi negara beradab.

Kita boleh saja bersorak atau mendebat tentang ditetapkannya Ahok sebagai tersangka. Itu biasa. Ahok juga bisa menempuh proses praperadilan. Toh, tahapan Pilkada tidak akan terganggu hanya karena orang jadi tersangka. Di mata hukum, tersangka belum berarti bersalah.

Itulah jalan penyelesaian masalah di sebuah negara yang beradab.

Bagi yang sudah terlanjur orgasme, kita ucapkan : selamat menikmati!

Tapi kalau ternyata gak puas juga, "Ente hyper, ya?"
Load disqus comments

1 komentar: