Senin, 07 November 2016

PERUSAK ITU TIDAK AKAN SANGGUP MEMADAMKAN CINTA


Sebagian kecil demonstran bertahan sampai malam. Lalu membuat keonaran. Sementara ratusan ribu yang lain sudah beranjak pulang sebelum magrib. Sebab aturan demonstrasi hanya sampai pukul 18.00.

Sebagian besar yang pulang itu adalah mereka yang percaya pada aturan. Mereka mencintai Indonesia.
Ada yang provokasi demonstrasi kemarin, tapi sebagian besar peserta lain menghalangi. Sebab mereka cuma ingin menyampaikan pendapat, bukan mau rusuh.

Sebaian besar yang menghalangi itu tidak suka keributan. Mereka yang masih mencintai Indonesia.
Segelintr elit malah menggeser isu untuk menjatuhkan Presiden. Ingin menunggangi pundak para demonstran.
Padahal tuntutan ribuan orang itu hanya ingin kasus Ahok ditangani dengan lebih cepat.

Ratusan ribu orang demonstan yang tidak menanggapi tuntutan tumpangan itu. Mereka tidak mau jadi kuda tunggangan kepentingan elit. Mereka yang masih mencintai Indonesia.

Ada segelintir provokator di Luar Batang. Secuil orang merusak dan menjarah. Tapi jutaan rakyat lain tidak menanggapi. Kerusuhan tidak melebar seperti 1998. Yang rusuh, rusuh sendiri. Yang menjarah, menjarah sendiri. Yang jadi maling, maling sendirian.

Jutaan rakyat yang dengan skenario kerusakan itu. Mereka benci perusuh. Mereka tidak menyukai kaum barbar. mereka adalah rakyat yang masih mencintai bangsanya.

Alhamdulillah...

Sebagian kecil orang ingin berbuat kerusakan. Tapi sebagian besar rakyat tidak terpancing. Sebab hatinya terus tertambat untuk Indonesia.

Seberapapun hebatnya orang-orang itu berusaha, mereka tidak akan mampu memadamkan cinta.
Pagi ini, kita rasakan mentari bersinar lebih indah dari biasanya...
Load disqus comments

0 komentar