Minggu, 18 Desember 2016

SAVE DENGKULMU

Aleppo
#SaveAleppo
Aleppo itu tadinya kota yang indah di Suriah. Penduduknya hidup dalam suasana damai, penuh toleransi dan rukun. Presiden Suriah adalah Bashar Assad, yang terpilih dalam Pemilu demokratis dengan 80% suara.

Assad adalah pengkritik paling vokal Israel. Dia juga penentang kepentingan AS di Timur Tengah. Suriah memberikan dukungan penuh kepada para pejuang Palestina. Membuka kamp pengungsi dan mengijinkan organisasi perlawanan Palestina berkantor di Damaskus.

Tentu saja ini sangat menganggu AS dan Israel. Bersama Saudi Arabia, yang setia menjadi budak AS, dilancarkan gempuran pada Suriah. Pasukan mujahidin dan ISIS disokong ke Suriah untuk menggempur Assad. AS dan Saudi pura-pura ikut melawan ISIS, padahal sejatinya justru memberikan pasokan senjata dan dukungan militer kepada kaum barbar ini.

Dengan slogan agama, dan dukungan doktrin Wahabi Takfiri, ISIS dan mujahidin mengumandangkan jihad. Kebetulan memang banyak orang tolol penggemar mie instan. Mereka ingin masuk surga, juga dengan cara instan. Jadilah berbondong-bondong manusia masuk ke Suriah.

Mereka memerangi Assad. Menista kedaulatan rakyat Suriah. Merusak kota-kota yang tadinya damai. Dan tentu saja, menjarah kekayaan Suriah untuk dinikmati bersama.

Polanya sama dengan Libya. Khadafi dikenal sebagai pengkritik AS dan Israel. Hubungannya dengan Saudi juga buruk. Lalu masuklah ISIS memporakporandakan Libya. Bersama pasukan AS bekerja sama menyeret Khadafi.

Atas bantuan tersembunyi AS, Saudi dan Turki yang diuntungkan dengan minyak curian, ISIS berhasil menguasai Aleppo. Mereka merusak sistem sosial, bangunan bersejarah dan kehidupan rakyat. Yang pasti ISIS mencuri semua sumber daya rakyat. Hal yang sama dilakukan mujahidin.

Pasukan Bashar Assad belum lama ini berhasil mendesak ISIS ke luar dari Aleppo. Wajar. Mana ada orang yang suka rumahnya dirampok dan anak perempuannya diperkosa. Nah, pasukan Assad itu membebaskan Aleppo sama seperti mereka menyelamatkan rumahnya dari penguasaan perampok.

Tapi apa yang terjadi saudara-saudara. Saat ISIS terkaing-kaing di Aleppo, para spesies dengkul di negeri ini justru sibuk meneriakkan Save Aleppo. Mereka begitu bersedih para perampok berjubah berhasil diusir dari Aleppo.

Isu konflik Suni-Syiah disiarkan spesies dengkul ini. Padahal Khadafi yang Suni juga diperlakukan sama seperti Assad. Dinistakan dan kekayaan negaranya dirampok. Sebetulnya AS, Saudi, Israel gak peduli Suni atau Syiah. Mereka menghancurkan siapa saja yang menghalangi kepentingannya. Mereka menyebar para agitator untuk menjaring spesies dengkul di berbagai negara.

Belagak sok mikirin rakyat kecil, isu Save Aleppo dikumandangkan, merespon kekalahan ISIS disana. Apalagi mereka meminta TNi datang untuk membela pemberontak dan perampok berkedok agama.

Ini permintaan paling gila. Padahal di negeri ini kerja mereka selalu memusuhi pemerintah. Bahkan hendak mengganti dasar negara menjadi khilafah.

Kaum spesies dengkul ini termasuk berani malu. Tidak peduli betapapun absurd keinginannya, yang penting diteriakkan dengan keras. Gunanya untuk memancing solidaritas spesies dengkul se-nusantara.

Mereka ini adalah orang yang pertama kali bersorak jika Indonesia runtuh.

Jadi daripada teriak Save Aleppo, dengan maksud membela ISIS dan para penjajah. Mending Save saja dengkulmu. Biar masih bisa dipakai mikir.
Load disqus comments

0 komentar