Rabu, 18 Januari 2017

BELAJAR BICARA

Pilkada
Satire
"Ayo coba sekali lagi --Ronda! er-o-en-de-a. Ronda!"
"Ronda..."

"Nah, bagus. Kita sebut ronda aja ya, bukan Neighborhood Watch. "
"Iya, ma. Ronda..."
"Coba sekarang, Rusun! er-u-es-uen. Rusun!"
"Rusun.."
"Nah, itu bisa. Kita sebut rusun aja ya, jangan vertical housing. Banyak orang gak ngerti nanti. Kalau orang gak ngerti, percuma kamu bicara."
"Iya, ma. Rusun!"
"Seep. Kamu pinter. Jadi udah ngerti kan. Gunakan aja istilah yang hampang dipahami. Itu lebih efektif..."
"Iya ma, aku mengerti sekarang. Tapi ma, kalau rumah terapung itu gimana? Udah cocok belum?"
"Sebut aja getek. Ge-e-te-e-ka. Getek! Ayo coba ulangi."
"Ketek!"
"Bukan ketek, tapi getek!"
"Ketek!"
"Bukan ka, tapi ge, ge. Geetek!"
"Ketek..."


Si mama kesal. Dia berteriak kencang memanggil suaminya. "Papa..., ini anakmu gimana, sih. Nyebut getek aja gak bisa. Ketek lagi, ketek lagi. Nanti malah malu-maluin ditonton orang."
Papanya buru-buru mendekati mereka. Dia duduk menghadap ke anaknya. "Ok, sekarang ikutin papa, ya. Keeeetek!"

"Geeetek!," jawab anaknya cepat.
"Tuh, ma, itu dia bisa. Ayo sekali lagi, keeeetek!"
"Geetek!"

Papa menghadap ke mama, lalu berbisik. "Ma, tahu gak. Kamu yang ngajarinnya salah. Anak kita gak pernah salah. Dia pinter, kok"
Load disqus comments

0 komentar