Selasa, 03 Januari 2017

KESAKSIAN IMAJINER

Saksi Palsu
Sidang Kasus Ahok
Ternyata saksi yang dihadirkan Jaksa dalam persidangan Ahok, tidak ada satupun yang melihat dan mendengar kejadian secara langsung. Mereka bersaksi cuma bermodal nonton videonya doang. Entah video yang mana, versi Buni Yani yang sudah diedit atau versi aslinya.

Saya bingung, nanti apa yang mau ditanyakan Jaksa dan pengacara pada saksi-saksi itu?

------
"Saudara saksi, apakah Anda nonton video itu sampai selesai?"
"Cuma separoh, yang mulia."
"Kenapa cuma separoh?"
"Waktu itu, pas saya lagi nonton, eh ada penumpang. Saya langsung narik, yang mulia."

------
"Saudara saksi, apaah Anda anggota atau pengurus FPI?"
"Saya dilarang ngaku yang mulia..."

------
"Saudara saksi apa tanggapan Anda setelah menyaksikan video itu?"
"Video yang mana?"

------
"Saudara saksi dimanakah Anda menyaksikan video tersebut?"
"Di warnet yang mulia?"
"Kapan?"
"Baru semalam..."

------
"Saudara saksi, setelah menyaksikan video pidato Ahok, apakah Anda merasa marah?"
"Benar yang mulia?"
"Kenapa Anda marah? Apakah sebagai umat Islam Anda tersinggung?"
"Bukan yang mulia. Gara-gara nonton video itu, kuota internet saya langsung habis?"

------
"Saudara saksi, yang mana dari perkataan Ahok yang membuat Anda tersinggung?"
"Itu yang mulia. Ketika Ahok bilang, "sosialisasi nenek lu!"
"Lho, itu kan dikatakan bukan pada saat Ahok di P. Seribu. Itu ditujukan kepada DPRD yang mau mark-up dana sosiaslisasi."
"Betul yang mulia. Tapi ini kan, menyangkut nenek saya."

------
"Saudara saksi, apakah Anda menyaksikan langsung ucapan Ahok di P. Seribu?"
"Tidak yang mulia."
"Jadi Anda menyaksikan hanya lewat video?"
"Tidak juga yang mulia. Saya belum nonton videonya."
"Lho, kenapa Anda mau saja ketika diajukan sebagai saksi."
"Yang penting Ahok dipenjara, yang mulia. Gak perlu video-videoan lah."

------
"Saudara saksi, apakah Anda yakin Ahok menistakan agama Islam?"
"Yakin, yang mulia. Buktinya Ahok gak pernah sholat Jumat"

------
"Saudara saksi, adakah pernyataan terakhir yang mau Anda sampaikan?"
"Ada yang mulia."
"Silakan sampaikan"
"Pak, telolet, pak..."
Load disqus comments

1 komentar: