Selasa, 24 Januari 2017

STANDAR PRIMITIF

Twitter
Twit Fahri Hamzah
Fahri Hamzah melemparkan rangkaian twit untuk membela Rizieq Shihab. Salah satu tuitnya ada kata-kata : Babu, merujuk pada buruh migran Indonesia yang mencari nafkah di luar negeri. Politisi PKS ini kontak diprotes netizen. Dia sudah menghapus cuitannya.

Sebutan itu pasti sangat menyakitkan. Pilihan bahasa yang sangat kasar karena menuding buruh migran kita sebagai pengemis di negeri orang.

Tapi memang kita harus maklumi. Fahri bisa bicara sekasar dan merendahkan seperti itu. Dia menulis itu dalam rangka membela Rizieq Shihab yang salah satu tuntutan orang pada Rizieq adalah omongannya soal, "Pancasila Soekarno ada di pantat."

Fahri melecehkan buruh migran dengan kata-kata 'mengemis menjadi babu'. Rizieq Shihab melecehkan dasar negara dengan mengatakan ada di 'pantat'.

Mungkin benar. Omongan kasar dan melecehkan, bagi mereka sudah biasa. Makanya mereka bingung kalau ada masyarakat yang tersinggung dengan bahasa kasar yang terlontar ke publik. "Yang melecehkan, yang mana? Omongan itu, kan biasa saja," begitu pikirnya.

Saya jadi teringat sebuah kisah tentang warga suku terasing di pedalaman Amazone yang nyasar ke Las Vegas. Saat masuk ke sebuah club striptise, dia bingung mendengar komentar para penonton disana. Terutama mereka yang riuh ketika sang penari yang pelan-pelan mencopot bra-nya..

Dia bertanya ke teman yang mengajaknya, "Ini apanya sih, yang menarik?," katanya bingung. Yups, baginya tidak ada yang menarik. Sebab di pedalaman Amazone, dia setiap hari bertemu perempuan tanpa bra. Biasa saja.
Load disqus comments

0 komentar