Minggu, 12 Februari 2017

AGAMA DALAM KEMASAN SACHET

Pilkada
SU dan AHY
Kemarin kau datangi masjid Istiqlal bersama ribuan jemaah yang sebagian besar diimpor dari luar Jakarta. Di sana kalian berteriak : haram memilih pemimpin non-muslim.

Lumayan. Kehadiran kalian pasti menuai suara dukungan.
Cukupkah? Tidak.

Sebab suara harus dikumpulkan dari semua penjuru. Kalian datangi juga jemaat-jemaat kristen. Kalian datangi kelompok jemaat yang -ketika di Istiqlal- baru saja kalian pinggirkan hak konstitusional mereka karena agamanya.

Bukankah UUD negara ini menjamin setiap warga negara untuk dipilih dan memilih?

Di tengah jemaat gereja itu pasti kalian tidak berteriak : jangan pilih pemimpin non-muslim. Bagaimana mungkin kalian berharap suara mereka, sambil melecehkan hak konstitusional mereka?
Mungkin begitulah politik.

Dalam momen elektoral, semua kandidat sibuk memulung suara.
Sedangkan agama bisa dimasukkan dalam kemasan sachet, lalu diseduh sesuai permintaan pasar.
Load disqus comments

0 komentar