Jumat, 17 Februari 2017

AHOK BERUTANG PADA RAKYAT, ANIES BERUTANG PADA SANDI

Anies
Ahok
Kalau mau melihat ke mana arah kebijakan Gubernur ketika dia terpilih nanti, salah satu caranya, lihat saja sumber dana kampanyenya. Setelah Gubernur terpilih, mau tidak mau, dia harus bayar utang terhadap mereka yang mendukung kemenangannya. Itu biasa dalam politik.

Ok, kita lihat sekarang. Ahok-Djarot berhasil mengumpulkan Rp 60 miliar lebih sedikit. Sebagian besar dana itu didapat dari sumbangan perorangan. Total penyumbang sebanyak hampir 12 ribu orang.

Macam-macam cara pasangan ini mengumpulkan duit. Ada yang menjual merchandise, mengadakan galadinner, sampai membuka rekening sumbangan. Bahkan ada orang yang memberi sumbangan sebesar Rp 10 ribu.

Bukan hanya sumbangan langsung. Puluhan ribu relawan yang bergerak juga membiayai sendiri aktivitasnya. Tanpa dibayar. Bahkan mereka membeli sendiri atribut kampanye seperti baju kotak-kotak, kaos atau merchandise lain.

Artinya jika Ahok-Djarot nanti terpilih, dia berutang pada rakyat. Bukan pada bandar atau tauke yang mengijon proyek dengan sumbangan kampanye. Karena dia behutang pada rakyat, Anda semua, penduduk Jakarta wajib menagihnya.

Kita wajib menuntut mereka untuk membuat kebijakan pro-rakyat. Sebab rakyatlah taukenya. Keringat, tenaga dan airmata rakyatlah yang membuat mereka nanti duduk di kursi Gubernur dan Wagub.

Berbeda dengan Anies-Sandi. Pasangan ini menghabiskan dana kampanye sebesar Rp 64 milyar lebih, dari Rp 66 miliar dana kampanye yang dimiliki. Dari mana duitnya?

Sebanyak 96% duit kampanye berasal dari Sandiaga Uno (Cawagub). Kita tahu, Sandi adalah seorang pengusaha. Selama ini kita juga tidak mengenalnya sebagai filantropi, yang mau menghabiskan uangnya untuk kegiatan sosial.

Yang namanya pengusaha, adalah lumrah jika dia akan menghitung pengembalian investasi. Itu biasa.
Simpelnya Ahok berutang pada rakyat. Dia wajib membayarnya kepada rakyat jika nanti terpilih. Kita bisa meminta dia menjalankan kebijakan yang menyejahterakan warga.

Sedangkan Anies berutang pada Sandi. Berutang banyak sekali. Sandi bisa menagihnya nanti. Entahlah, bagaimana cara Anies membayar utangnya ketika dia duduk di kursi Gubernur nanti?

Seandainya ada masalah yang pilihannya antara kepentingan rakyat dengan kepentingan bisnis Sandi, siapakah yang akan didahului Anies? Tentu saja dia akan mendahului orang yang paling berjasa.

Kalau rakyat Jakarta meminta Gubernur Anies untuk berpihak padanya --memangnya rakyat sudah ngasih ada sama Anies? Apa rakyat gak malu sama Sandiaga Uno yang membiayai ini semua?

Nyumbang kagak, tapi maunya banyak.
"Tapi kan, kita sudah nyumbang suara buat Anies-Sandi?," ujar rakyat, protes.

"Lho, kan sudah ditukar dengan voucher masuk surga. Impas, dong..."
Load disqus comments

0 komentar