Senin, 13 Februari 2017

BURUNG-BURUNG PEMAKAN BANGKAI

Politik
Cuitan AA Gym
Aa Gym kemarin menuliskan cuitannya tentang Kampung Pulo yang banjir. Dia menyelipkan kata innalillahi waina ilaihi rajiun menanggapi banjir itu. Tapi, rupanya si Aa mengunakan foto banjir tahun 2015.

Kita ucapkan astagfirullah untuk Aa.
Tengku Zulkarnaen belum lama juga mengunggah foto cover koran Tempo. Isinya apalagi kalau bukan menjelekkan Ahok. Tapi nyatanya cover itu palsu. Judulnya juga palsu.
Kita ucapkan masyaallah untuk Tengku.

Mereka mengaku ulama, tapi kebenciannya mengalahkan akal sehat. Sedikit saja ada berita buruk soal Ahok dan Jakarta mereka langsung bereaksi. Daster dan sorban putihnya tidak menghalangi mereka untuk menuliskan apapun. Bahkan menyebarkan foto-foto palsu.

Kini di DPR para politisi dari Demokrat, Gerindra, PKS dan PAN sedang melancarkan hak angket. Pasalnya Mendagri tidak memberhentikan Ahok yang berstatus tersangka.

Ahok sedang disidangkan dalamnkasus dengan pasal yang hukumannya maksimal 4 tahun dan 5 tahun. Sementara UU sendiri mengatakan Mendagri memberhentikan Gubernur apabila menjadi terdakwa dengan hukuman minimal 5 tahun.
Jadi apa yang salah?

Tidak ada yang salah. Yang salah karena ini adalah Ahok. Dan partai-partai tersebut puny kandidat lain.
Entah kenapa DPR ribet menghabiskan anggaran untuk bermanuver urusan DKI. Padahal di depan mukanya ada proyek mangkrak yang menghabiskan duit rakyat triliunan rupiah.

Lihat saya proyek pembangkit listrik atau proyek Hambalang. Kenapa mereka tidak menggunakan hak angketnya untuk menyelesaikan persoalan itu? Bukankah yang tersia-siakan adalah duit rakyat berjumlah besar?

Kita ucapkan naudzubillah untuk mereka.
Saya melihat banyak orang yang kini sikapnya seperti burung nazar. Mereka menunggu bangkai untuk dijadikan santapan.

Ada burung nazar yang mengenakan sorban. Ada juga yang memakai batik dan safari.

Biasanya jika melihat burung dengan tanpilan aneh melintas di udara, saya akan menyambutnya dengan mengacungkan jari tengah. Yeahhh...
Load disqus comments

0 komentar