Rabu, 22 Februari 2017

CARA JITU MENGHALAU BANJIR

Pilgub DKI Jakarta
Aneis Basweadan
Persoalan banjir di Jakarta sebetulnya bisa diselesaikan, bukan dengan melakukan normalisasi sungai dengan memaksa relokasi warga yang ada di bantaran sungai. Pemerintah perlu melakukan pendekatan yang dialogis. Jangan langsung mengeksekusi.

Jika kami terpilih nanti, kami akan sering-sering berdialog dengan air hujan agar mereka bisa memahami kondisi Jakarta. Jadi mereka tidak turun sekaligus. Kita atur waktunya.

Ini bisa dilakukan asal kita mau. Syaratnya cuma itu. Masalahnya, ada niat gak dari pemerintah untuk membuka ruang dialog tersebut.

Selama ini saya kira, usaha berdialog dengan air hujan belum pernah dilakukan. Pemda sekarang merasa hebat sendiri, bisa menangani curahan air hujan tanpa berdialog dengan yang berkepentingan.
Bukan hanya dialog dengan air hujan. Sungai-sungai di Jakarta juga perlu kita ajak bicara. Kita duduk bersama, dalam posisi saling menghargai.

Jangan kita pasang sikap curigai terhadap sungai-sungai itu. Pandanganlah mereka dengan cinta. Pemimpin itu, yang dibutuhkan adalah mau berdialog. Mau mendengarkan keluhan.

Jadi bukan pembangunan fisik yang penting. Kalau cuma membangun bantaran kali, semua orang juga bisa. Dana ada. Kekuasaan ada. Tapi pernah gak, Pemda melakukan dialog dengan air hujan dan sungai. Saya yakin gak pernah.

Sudah saatnya kita ubah mainset kita, bagaimana kita menyadarkan air hujan agar tidak turun sembarangan. Membangun kesadaran ini jauh lebih penting, ketimbang membangun bantaran sungai dengan tanggul beton. Kalau sungai dibangun, tapi hujan tidak pernah diajak bicara, percuma.

Ok. Mungkin wakil saya bisa menambahkan...

Begini, kata wakilnya. Inti dari semua ini adalah pemberdayaan. Selama ini Pemda abai terhadap air hujan dan sungai. Oleh sebab itu kami sudah siapkan program khusus buat mereka.

Kami akan membangun komunitas hujan, agar mereka bisa saling membantu. Bisa saling memberdayakan. Nama programnya OK-OC. One Kecamatan, One Center of Rain. Hanya dengan dialog dan OK-OC semua permasalahan banjir ini bisa kita selesaikan. Terimakasih. Prok, prok, prok, prok... Takbirrr!
Load disqus comments

0 komentar