Kamis, 02 Februari 2017

DI-PHP-IN TUKANG SADAP

Penyadapan
Penyadapan
DPR yang kagetan menyambut omongan SBY soal adanya penyadapan. Mulanya pengacara Ahok bertanya kepada saksi, apakah ada pembicaraan telepon dengan SBY sebelum MUI menetapkan pandangan keagamaanya? Mereka juga mengaku punya bukti mengenai hubungan telepon itu. Saksi, waktu itu, tidak mengakui.

Lalu ditanya lagi, kali ini dengan menyebutkan jam dan menitnya kapan sambungan telepon itu terjadi. Saksi tetap tidak mengakui. Di persidangan pengacara berkata mereka punya bukti soal adanya hubungan telepon tersebut.

Strategi itu rupanya berhasil memancing yang lain. SBY yang disebut dalam persidangan itu, akhirnya nongol. Esoknya dia menggelar konferensi pers. Sambil mengakui adanya komunikasi telepon itu, dia juga merajuk soal penyadapan. Tapi bagi pengacara Ahok, targetnya tercapai. Terjawab sudah pertanyaan mereka kepada saksi di ruang sidang. Cukup.

Soal SBY mempermasalahkan penyadapan, itu urusan lain. Toh, mereka cuma bilang punya bukti, tanpa merinci buktinya berbentuk apa.

Mungkin saja buktinya cuma selembar print out berita dari situs Liputan 6.com. Situs itu memang menulis berita tentang SBY yang menelepon ketua MUI pada tanggal 7 Oktober 2016, 4 hari sebelum MUI mengeluarkan pandangan keagamaannya.

Iya sih, penyadapan yang dilakukan bukan oleh aparat hukum adalah tindakan ilegal. Inilah yang dipermasalahkan SBY. Tapi apa benar ada penyadapan? Atau justru SBY memakan umpan yang dilempar dari ruang sidang? Lagipula tidak ada yang bicara soal rekaman telepon itu sebagai hasil sadapan. Kenapa kok, soal penyadapan mencuat, sampai menyeret-nyeret Jokowi segala? Ah, itu mah, karena ada yang baper aja.

Lagi pula, bicara soal penyadapan telepon, di jaman internet ini bukan perkara yang rumit-rumit banget. Orang dengan kemampuan hacker bisa saja melakukan itu. Bukankah kemarin kita baru saja mendengar potongan file berisi percakapan telepon dengan Kak Emma? (Saya berdoa semoga yang dimaksud bukan Emma Watson).

Jadi apa gunanya DPR meributkan isu yang sumir sampai mau bikin panita angket soal penyadapan segala?

Itu sama sia-sianya dengan menunggu file 3gp yang tidak kunjung beredar.

Ah, rasannya kita semua sedang di-PHP-in tukang sadap...
Load disqus comments

0 komentar