Senin, 20 Februari 2017

JANJI MENJADI AHOK

Pilgub DKI Jakarta
Ahok
"Pak, kalau nanti bapak terpilih jadi Gubernur, KJP akan tetap ada, kan?"
"Oh, iya. Akan tetap ada. Malah akan kami sempurnakan".

"Sudahlah pak, jangan disempurna-semournakan deh. Jangan diubah-ubah. Nanti malah berubah semuanya. Cuma simpatisan PKS sama Gerindra doang yang dapat. Pokoknya bapak harus janji KJP jangan diutak-atik. Harus tetap seperti ini".

"Oke. Kalau maunya begitu kami janji gak akan mengutak-atik KJP". "Terus pasukan oranye, biru, dan semua pasukan gerak cepat akan ada juga kan? Gak akan dibubarin?".

"Ohhh tentu, itu sudah bagus. Kami akan kelola persis seperti Pak Ahok kekola mereka."
"Terus, laporan warga bisa direspon cepat juga, kan pak? Seperti pak Ahok meresponnya?"

"Ohh... tentu. Setiap laporan warga akan kami respon cepat. Persis seperti pak Ahok meresponnya."
"Terus para pegawai Pemda gak berubah lagi jadi suka pungli, kan? Janji ya, pak. Pelayanan mereka kepada rakyat harus sama seperti dijamannya Pak Ahok?"

"Ohh tentu. Semua pegawai Pemda akan melayani rakyatnya persis seperti ketika mereka di bawah Pak Ahok."

"Terus, bapak janji akan menjaga APBD dari para pengutil proyek, kan?"
"Kami akan usahakan..."
"Jangan cuma diusahakan pak. Bapak bisa gak menjaga duit rakyat seperti Pak Ahok?"
"Ya, kami akan menjaga APBD seperti pak Ahok menjaga APBD."

"Terus standar bus Transjakarta akan sebagus pilihan Pak Ahok, kan?"
"Ohh itu pasti."

"Bapak juga akan memperhatikan marbot-marbot masjid seperti Pak Ahok memperhatikan mereka, kan?"
"Iya dong. Tentu"

"Jangan iya, iya doang Pak. Nanti pas jadi Gubernur cuma masjid PKS doang yang akan diperhatikan."

"Gaklah. Kami akan perhatikan semuanya."
"Janji ya, pak. Perhatiannya harus sama dengan cara pak Ahok memperhatikan para marbot itu."
"Tentulah. Kami tidak akan ingkar janji."

"Jadi bapak janji akan bertindak persis seperti tindakan Pak Ahok? Kalau begitu bapak tandatangi kontrak politik dulu, pak. Biar kami tambah yakin."

Lalu cagub itu menandatangani sebuah kontrak politik yang isinya komitmen dia untuk menjadi Gubernur persis seperti Pak Ahok. Gak kurang. Gak lebih.

Setelah acara bubar, seorang warga lain mendekati temannya yang mengajukan kontrak politik tadi. "Jadi ente sudah yakin memilih dia di putaran kedua, nih?"

"Gue masih ragu sih. Soalnya dia baru bisa berjanji akan jadi seperti Ahok. Sedangkan Pak Basuki, dari orok sudah jadi Ahok".
Load disqus comments

0 komentar