Kamis, 02 Februari 2017

MENGGIRING SUARA SAMPAI KE TPS

Pilgub DKI Jakarta
AHY
Kabarnya menjelang pencoblosan bakal ada lagi demo bedar-besaran dan aksi pengiringan suara. Kali ini tema demo mengenai Surat Al Maidah 51, yang isinya mereka tafsirkan 'janganlah memilih orang Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin'.

Demo itu untuk menjegal Ahok jadi Gubernur. Iya Ahok memang beragama Nasrani. Mungkin jika Ahok beragama Budha atau Hindu, mereka juga akan bingung.

Soalnya pada teks Al Maidah 51 hanya menyebut Yahudi dan Nasrani. Tidak ada larangan memilih pemimpin beragama Hindu, Budha, Kong Hu Cu, Sinto atau bahkan Atheis.

Tapi sudahlah. Namanya juga mau menang Pilkada dengan cara menyingkirkan orang. Soal bawa-bawa ayat Quran untuk menjegal lawan politiknya itu mungkin jagonya mereka. Biasanya mereka yang gemar menyeret-nyeret jargon agama dalam kontestasi politik, sebetulnya cuma mau menutupi kekurangannya saja.

Sama seperti orang yang takut tampil di acara Talkshow Mata Najwa. Seribu alasan bisa dikemukakan kenapa dia tidak mau tampil, tapi orang cuma bisa terasenyum geli. "Mengapa orang takut dengan pertanyaan, karena dia tidak punya jawaban," kata teman saya.

Kabar lainnya, akan digelar sholat subuh berjamaah di hari pencoblosan. Setelah itu akan diisi berbagai tausiah politik, lalu jamaah bersama-sama menuju TPS. Semacam show of force gitu. Buat apa? Buat memilih calon gubernur yang direkomendasikan penceramah.

Kenapa jamaah perlu digiring ke TPS bersama-sama? Karena orang yang mengumbar ayat-ayat untuk politik itu tidak percaya omongannya bakal diikuti jemaahnya sendiri.

Makanya harus dikawal. Kalau perlu didampingi sampai masuk ke bilik suara. Kata Agus Yudhoyono dalam sebuah debat, inilah jenis pemimpin yang mencurigai rakyatnya sendiri. Dalam konteks ini, inilah tokoh agama yang tidak mempercayai jemaahnya sendiri.

Gak cukup diceramahi saja, tetapi juga perlu digiring dan dikawal agar pilihannya tidak melenceng. Seperti domba yang digiring sesuai kemauan gembalanya.

Jika nanti dalam perhitungan suara calon mereka menang, mereka akan berkata ini kemenangan Islam. Jika ternyata kalah, mereka akan teriak "Islam sedang didzalimi."

Meskipun pemilih calon lawannya, kebanyakan muslim juga. Bedanya ada yang muslim yang memilih dengan pertimbangannya sendiri, ada juga yang memilih karena digiring-giring.

Padahal Giring Nidji saja sudah punya pilihan sendiri.
Load disqus comments

0 komentar