Kamis, 16 Februari 2017

PARA PECINTA BANJIR

Banjir
Pasukan Orange
Banjir memang belum seluruhnya hilang dari Jakarta. Proses normalisasi sungai harus terus dijalankan untuk memastikan kota ini tidak terendam. Apalagi kontur tanah di Jakarta seperti mangkok.

Tapi Jakarta punya pasukan oranye. Mereka bekerja gila-gilaan untuk menjadikan kondisi Jakarta normal kembali. Daerah yang terdampak genangan air, dalam hitungan jam sudah bersih kembali. Cling...

Biaya yang dikeluarkan Pemda untuk pasukan oranye ini, jauh lebih bermanfaat ketimbang gelontoran dana besar untuk menanggulangi dampak bencana. Sementara sumber bencananya sendiri, tidak diurus serius.

Maklum, dana untuk korban bencana proses pertanggungjawabannya bisa cincai.

Jadi siapakah yang teriak hore ketika Jakarta banjir?

Pertama, adalah mereka yang dapat untung dari setiap bencana. Ada yang mendapat untung langsung karena gelontoran dana pemerintah. Ada juga mereka yang hobi menjajakan banjir untuk mencari sumbangan.

Pihak lain yang senang melihat Jakarta banjir adalah tim sukses cagub yang akan menjadikan banjir sebagai sarana kampanyenya.

Boleh dikatakan, merekalah yang kini menderita semacam penyakit aneh : mencintai banjir sepenuh hatinya. Ohhh... banjir, datanglah (mirip iklan m-kapsul)

Kita tahu, banjir tidak bisa dihalau hanya dengan ceramah agama. Banjir hanya bisa dikurangi dengan kerja keras, perencanaan matang dan keringat. Seperti tim oranye yang sigap itu...
Load disqus comments

0 komentar