Kamis, 09 Februari 2017

SAVE YAMAN!

Yaman
Bantuan
Beberapa bulan lalu kita masih sering menemukan spanduk bertajuk Save Aleppo. Gambarnya penuh kesedihan : anak kecil yang merana, wajah perempuan di tengah reruntuhan dan duka peperangan. Spanduk itu ujungnya minta sumbangan dari masyarakat Indonesia untuk warga Allepo, di Suriah.

Ada banyak Yayasan Keagamaan dan Lembaga Amal yang punya program sejenis. Semuanya Save Aleppo. Yang paling menarik, seruan Save Aleppo justru makin berkibar, ketika pasukan pemerintah Suriah berhasil membebaskan Allepo dari cengkaraman teroris. Sebelumnya, saat Allepo masih dikuasai kaum pemberontak yang barbar, seruan itu tidak terdengar.

Dari beberapa investigasi ternyata dana bantuan dari Indonesia yang disalurkan melalui Indonesia Humanity Relief yang diketuai Bahtiar Natsir justru jatuh ke tangan kaum pemberontak Mujahidin Sementara rakyat Aleppo Timur malah kelaparan.

Ketika ISIS dan pemberontak kabur meninggalkan pos-posnya, di gudang-gudang makanan mereka menumpuk berkarung-karung bantuan asal Indonesia. Pada saat yang sama, rakyat Aleppo yang fotonya dipajang-pajang untuk memancing iba, sedang menderita kurang pangan.

Bachtiar Nasir yang juga koordinator GNPF-MUI sendiri kini sedang bolak-balik diperiksa polisi atas kasus menyelewangan dana umat dan pencucian uang.

Ketika informasi ini dibuka ke publik, banyak orang yang menyangkal. Alasan mereka siapapun penerima dana bantuan itu, yang paling penting Indonesia mengumpulkan dana untuk Suriah. Intinya untuk bantuan kemanusiaan.

Jadi mereka hendak mengatakan, tidak ada afiliasi politik dalam proses pengiriman bantuan. Yang ada adalah bantuan jatuh ke tangan yang salah.
Mereka meyakini, kata kuncinya adalah kemanusiaan! Kuncinya adalah membantu umat Islam Suriah.

Tapi, kini di Yaman, tragedi kemanusiaan juga sedang terjadi. Saudi Arabia di bantu Israel dan AS, melancarkan gempuran habis-habisan ke negeri leluhur para habaib itu.

Akibat gempuran biadab tersebut infrastruktur hancur, jutaan rakyat menderita. Lembaga PBB melaporkan saat ini ada 3 juta rakyat Yaman menderita kekurangan pangan. Sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak.

Yang mengherankan, kenapa yayasan-yayasan pengumpul bantuan itu sama sekali tidak membuat program Save Yaman? Jika benar selama ini misinya adalah kemanusiaan, apa rakyat Yaman bukan manusia di mata mereka? Ok, jika bantuan mereka fokus untuk umat Islam, apakah rakyat Yaman tidak dihitung sebagai umat Islam?

Mengapa Yayasan-yayasan pengumpul sumbangan itu tidak bereaksi atas tragedi rakyat Yaman? Ohh mungkin begini. Bantuan untuk Aleppo dialirkan kepada kaum Mujahiddin yang disokong Saudi dan AS. Sedangkan rakyat Yaman, justru sedang berperang melawan agresi Saudi yang juga disokong Israel dan AS.

Meskipun Yaman menjerit dengan tragedi kemanusiaan, jangan berharap ada spanduk Save Yaman bertebaran di Indonesia. Jangan berharap ada tabligh akbar yang berseru bebaskan Yaman dari agresi Saudi!

Jangan juga berharap orang-orang yang dulu akunnya dipenuhi kata-kata ratapan Save Aleppo, kini mereka mau menangis untuk rakyat Yaman.


Sebab, dalam pencarian sumbangan-sumbangan dan pertunjukan empati, mungkin saja kemanusiaan bukanlah hal yang sungguh-sungguh penting...
Load disqus comments

0 komentar