Senin, 06 Februari 2017

URUS SAJA MORALMU

Ormas
FPI
Apa yang dirasakan anggota FPI sekarang? Apa yang dirasakan orang yang kemarin mendapuk Rizieq sebagai Imam besar umat Islam, saat ini?

Sebagian gamang, masa kok segitunya kelakuan seorang Imam. Jika Imam saja bisa berlaku begitu, apalagi makmum? Kepada siapa lagi mereka mencari panutan.

Sebagian lagi sibuk menyangkal bahwa itu fitnah. Memang belum terbukti kebenarannya. Meski potongan-potongan puzzle itu sudah mulai membentuk mozaik utuh. Tapi mari untuk sementara kita berpraduga tidak bersalah.

Yang mengherankan FPI yang biasanya galak, dikit-dikit lapor, dikit-dikit demo, kali ini cuma sibuk menangkis-nangkis. Sikapnya tumben defensif. Tapi sekali lagi sikap itu juga tidak lantas menjadi pembuktian bahwa kasus itu benar terjadi.

Ada sebagian anggota dan simpatisannya yang memilih gak peduli, meski polisi sudah menyinggung sedikit bahwa chit-chat itu lebih dekat ke fakta. Bagi mereka Imam besar umat Islam gak ada kaitannya dengan urusan moral dan syahwat. Jadi gak ngaruh mau chat sex kek, mau di kandang kambing kek. Mau pisang kek. Imam tetap imam.

Bagi mereka seorang artis lebih wajib menjaga moralnya ketimbang seorang Imam. Makanya FPI galak kalau ada artis yang nyerempet-nyerempet sex. Sebab artis adalah panutan masyarakat, sedangkan Imam besar cuma pemimpin demonstrasi.

Bagaimana kisah selanjutnya? Kita tidak tahu. Biarlah itu jadi urusan polisi.
Kita ingat nasihat Iwan Fals. "Urus saja moralmu. Urus saja akhlakmu. Peraturan yang sehat, yang kami mau..."

Benarlah kata pepatah, 'gara-gara susu si Nila sebelanga, maka rusaklah titik-titik...' Tapi, kayaknya gak sampai sebelanga juga. Politik memang kejam, kak Emma.
Load disqus comments

0 komentar