Senin, 06 Februari 2017

VIRUS AHOK MERACUNI INDONESIA

Pilgub DKI Jakarta
Ahok
Banyak yang memprotes saya, kenapa saya semangat banget mendukung Ahok? Padahal KTP saya Depok dan gak punya hak pilih pada Pilkada Jakarta.

Yups, benar, hak pilih memang saya gak punya, tapi hak saya untuk mendapatkan Indonesia lebih baik, saya masih punya. Hak itulah yang saya pergunakan sekarang.

Sejak dulu kita memimpikan lahirnya pejabat yang anti korupsi, yang dapat menghela aparatnya melayani rakyat, yang mampu mewujudkan keadilan sosial dan berani memegang teguh prinsipnya. Kita bermimpi negara hadir untuk membantu urusan kita.

Indonesia itu kaya, sumberdaya alam melimpah, punya semangat gotong royong. Hanya saja selama ini diurus oleh orang yang salah. Korupsi menyengsarakan. Jabatan publik lebih banyak untuk memperkaya diri.

Lihat saja, berapa ratus kepala daerah yang masuk penjara karena korupsi. Atau bagaimana selama ini birokrasi malah membuat urusan tambah ribet. Aparat tukang pungli dan rakyatnya seperti sapi perah. Sampai sekarang itu masih terjadi di berbagai daerah.

Padahal tingginya korupsi di daerah selalu berbanding terbalik dengan indeks keberhasilan pembangunan. Semakin tinggi korupsinya, rakyat di daerah tersebut makin terkebelakang.

Tapi, Tuhan Maha Baik. Kini bermunculan kepala-kepala daerah yang punya visi luar biasa, berintegritas dan profesional. Kita berharap mereka membawa virus kebaikan yang ditularkan untuk daerah lainnya.

Ahok adalah salah satunya. Jakarta yang tadinya seperti kampung kumuh besar, pelan-pelan mempercantik diri. Banjir berkurang jauh. Birokrasi lebih manusawi dan melayani. Sistem subsidi kepada orang miskin berjalan baik.

Dulu siapa yang mengira banjir di Jakarta bisa berkurang lebih dari 70%-nya? Siapa yang mengira mengurus surat dan perijinan tidak perlu keluar duit pelicin dan ketika hadir di kantor pemerintahan kita dilayani seperti nasabah kelas premium bank swasta? Anak-anak punya tempat bermain, transportasi umum memadai dan kesehatan terjamin.

Siapa yang mengira kongkalikong proyek APBD bisa diberantas, sekolah gratis, dan orang miskin mendapat berbagai subsidi? Siapa yang mengira, pemerintah bisa kembali pada filosofi dasarnya : pelayan rakyat, digaji rakyat. Intinya, rakyat adalah bos mereka.

Siapa yang pernah membayangkan Balaikota menjadi tempat orang mengadukan masalahnya?
Yups, di jaman Ahok itu semua terjadi. Itulah virus yang harus disebarkan agar kepala daerah lain ikut terjangkit virus yang sama.

Untuk rakyat, Ahok menyebarkan virus baru : jika mau mendapatkan kepala daerah yang tepat mereka harus berjuang. Bahkan ikut membiayai kampanye. Sudah bukan jamannya lagi oleh-oleh biskuit atau jam tangan untuk membeli suara pemilih. Sudah bukan jamannya lagi iming-iming surga dijajakan. Apalagi sampai mengajak Tuhan ikut kampanye.


Jadi kenapa saya, warga Depok mau bersusah-susah mendukung Ahok jadi Gubernur Jakarta? Saya bermimpi semua kepala daerah di Indonesia bisa melayani rakyatnya seperti Ahok melayani warga Jakarta. Saya berharap virus Ahok menyebar kemana-mana. Bukan virus penyebab lebay dan baper yang justru tersebar.
Load disqus comments

0 komentar