Jumat, 10 Maret 2017

ALFATEHAH UNTUK IBU HINDUN BINTI RAISMAN

Pemakaman
Ibu Hindun
Almarhumah Ibu Hindun binti Raisman, semoga Allah melimpahkan kasih sayang kepadamu. Semoga syafaat Rasul yang mulia tercurah untukmu dan para malaikat muqarrabin menyambut kedatanganmu.

Negeri ini sudah makin gila, bu. Orang-orang pada mabuk agama hanya karena Pilkada. Mereka yang mengaku ustad, bahkan berani terang-terangan menolak mensholatkan jenazahmu.

Tidak menjadi nista dirimu, hanya karena ustad di masjid dekat rumahmu, di Jl Karet Karya RT 009/02 Setiabudi, Jakarta Selatan, menolak mensholatkan jenazahmu. Sebab sesungguhnya merekalah yang menistakan dirinya sendiri. Merekalah yang menistakan agamanya.

Atas nama agama, mereka ingin mengintimidasi siapapun yang berbeda pilihan politik. Mereka seolah mengambil hak Allah, untuk menentukan siapa yang baik dan siapa yang buruk. Siapa yang berpahala dan siapa yang berdosa.

Padahal Islam mewajibkan umatnya memuliakan jenazah. Kita semua diajarkan sejak kecil untuk melaksanakan fardhu khifayah mengurus jenazah. Tapi jika karena pilihan politik mereka menolak melaksanakan kewajiban terhadap jenazahmu, berbahagialah. Mungkin saja perilaku buruk mereka terhadapmu, justru dapat menjadi penghapus dosa-dosamu. Akan mengurangi timbangan amal burukmu.

Bersyukurlah bu. Bersyukurlah, orang-orang sombong itu tidak ikut mensholatkan jenazahmu. Sebab yang mensholatkanmu tinggal orang-orang yang ikhlas. Orang-orang yang ingin menegakkan Islam sebagai agama cinta, seperti yang diajarkan Nabi. Bukan agama penuh kebencian.

Bersyukurlah bu, mereka yang berdiri khusyuk mendoakanmu adalah orang-orang yang sadar sedang menjalankan perintah Allah. Bukan karena melaksanakan perintah partai.
Ibu Hindun Almarhumah...

Engkau sudah renta. Tapi engkau punya menilaian sendiri mengenai kebenaran dan keadilan. Engkau punya penilaian sendiri mengenai kepada siapa hak konstitusionalmu engkau salurkan. Dan jika itu engkau lakukan dengan kesadaran, pertimbangan nurani dan keikhlasan, kami yakin Allah akan menilainya sebagai ibadah.

Memang penilaianmu tidak sama dengan ustad-ustad sombong itu. Sebab bagi mereka kebenaran cuma monopoli kelompoknya saja. Mereka sedang mengangkangi agama ini untuk kepentingannya sendiri.
Soal apakah penilaianmu atau penilaian ustad-ustad itu yang benar, kita serahkan semuanya kepada Allah. Dialah Maha Pemberi Hujjah.

Ibu Hindun binti Raisman, semoga Allah melapangkan kuburmu...
Kini engkau telah menghadap sang khalik. Menghadap Dia yang di tangannya ada ubun-ubun manusia. Mungkin kepada Tuhanmu, engkau akan mengadukan perilaku mereka terhadapmu. Di hadapan Rasul yang mulia, engkau menceritakan bagaimana cara tetanggamu mengabaikan tubuh rentamu.

Kami percaya, bu. Allah selalu bersama orang-orang yang didzalimi.
Atas hak Muhammad dan keluarga sucinya. Kami memohonkan semoga syafaat para kekasih Allah tercurah kepadamu. Alfatehah.
Load disqus comments

0 komentar