Senin, 20 Maret 2017

BERHEMAT LEBIH BESAR DARI GAJINYA SENDIRI

Lari Pagi
Lari pagi
Saya tertegun ketika Sandiaga Uno melontarkan ide menarik, gerakan lari pagi ke kantor. Ini ide yang benar-benar keluar dari pemikiran biasa. Menurut saya sudah mendekati jenius.

Semua orang sudah tahu, berlari itu menyehatkan badan dan jiwa. Apalagi berlari di pagi hari. Kita tidak usah mencari-cari teori kedokteran apa manfaat lari pagi untuk tubuh kita. Cukup mendengar lagu Bang Rhoma Irama.

He, lari pagi (lari pagi) tua muda semua
Lari pagi (lari pagi) dan sangat digemari
Lari pagi (lari pagi) memang baik sekali
Lari pagi (lari pagi) untuk bina jasmani

Bayangkan jika lari ke kantor ini menjadi gerakan masif di seluruh Jakarta. Bapak-bapak bercelana pendek, bersepatu kets, memcawa ransel, lari dari rumahnya di Bekasi menuju kantornya di Jalan Thamrin.

Lho, kok, bawa ransel? Iya dong, ransel itu isinya sepatu kerja, pakaian, celana dalam, dasi, sabun, handuk, parfum, jam tangan, HP dan botol minuman. Nanti pas di kantor, mereka masuk ke kamar mandi, numpang mandi. Lalu, jrenggggg, tepar!

Ransel ibu-ibu pasti lebih besar. Selain pakaian dan segala aksorisnya, isi ranselnya juga ada alat make-up, hairdryer, sepatu kerja, wig, korset, dan beragam alat-alat tidak jelas lainnya. Tentu saja tidak lupa laptop, HP, dan setumpuk dokumen kantor.

Saya membayangkan karyawan di Jakarta nanti tubuhnya akan sebugar anggota TNI yang latihannya sering berlari membawa ransel hijau dan senjata.

Gerakan lari pagi ke kantor cetusan Sandi ini akan menciptakan sprinter-printer unggulan. Bayangkan, jika ada kantor yang peraturannya sangat ketat mengenai keterlambatan. Jika kesiangan, mereka akan menjadi pelari cepat yang luar biasa. Sampai ke kantor, masuk ke ruang rapat, dengan handuk kecil masih menggantung di leher. "Sorry bos, yang lari banyak banget. Jalanan macet."

Insyaallah, jika gerakan ini berjalan setahun, Jakarta akan melahirkan atlet-atlet besar.

Selain itu, gerakan berlari pagi ke kantor itu merupakan bentuk menghematan yang nyata. Orang yang beralamat di Cawang berkantor di Sudirman, dan mau menghemat Rp 3.500 sehari bisa berlari disamping bus TransJakarta. Sebulan mereka bisa menghasilkan penghematan Rp 100 ribuan. Kalau pulangnya juga lari, bisa menghemat Ro 200 ribuan.

Bagaimana agar mereka bisa menghebat lebih banyak? Saya sarankan berlari di samping Taxi. Minimal setiap hari dia berhemat Rp 50 ribu sd Rp 75 ribuan. Sebulan bisa mencapai Rp 2 jutaan.

Kalau mau hemat lebih besar, cobalah berlari di samping Taxi Silver Bird. Mungkin bagi pegawai rendah yang gajinya cuma setara UMR, saat setiap pagi berlari di samping Silver Bird, dia bisa menghemat uang jauh lebih besar dari gajinya sendiri. Keren gak, tuh?

Jadi Pemda gak perlu mikirin peningkatan kesehjateraan karyawan rendahan. Cukup program ini. Sudah serasa naik gaji 3 kali lipat.

Nah, duit hasil penghematannya bisa buat nyicil DP rumah. Jadi makin jelas kan apa yang dimaksud DP nol persen?

Satu dua, kiri kanan, senam pagi, menyegarkan
Ayo lari, lari lagi, 
Lari pagi, menyehatkan...
Load disqus comments

0 komentar