Kamis, 30 Maret 2017

INI BUKAN SOAL AHOK. INI TENTANG INDONESIA

Pribumi
Demo 313
Dan mereka konsisten, bagaimana meraih kemenangan dengan mengandalkan intimidasi. Tadi malam di beberapa bagian Jakarta ada gerakan menempelan stiker ke mobil-mobil. Stiker itu bertuliskan pribumi. Kita tentu tahu maksudnya. Menempelan stiker ini pas waktunya dengan digelarnya aksi 313 yang digelar FUI.

Ketua FUI sendiri jelas-jelas mengakui bahwa aksi ini digelar untuk mendukung Anies. Caranya dengan memprotes agar Ahok ditahan.

Ketika aksi masa besar yang meneriakkan yel-yel agama lalu dibarengi dengan hembusan isu pribumi dan non-pribumi, seolah masyarakat sedang diancam dengan bayangan kerusuhan 1998.

Langkah ini sama seperti ajakan Wisata Al Maidah yang mengajak orang di luar Jakarta datang saat mencoblosan nanti. Mereka diarahka ke TPS-TPS yang memenangkan Ahok.

Apa tujuannya? Intimidasi!

Targetnya ingin membuat para pendukung Ahok akhirnya memutuskan tidak menggunakan suaranya alias Golput. Isu pribumi dan non-pribumi diarahkan kepada masyarakat berdarah Tionghoa agar mereka ketakutan. Diharapkan dengan mereka Golput suara Ahok akan menurun drastis.

Seorang teman bercerita, rekan gerejanya kini mulai banyak yang ketakutan terjadi rusuh. Mereka khawatir menjadi korban. "Mungkin sebaiknya mereka saja yang menang," ujarnya.

"Terus kalau mereka sudah berkuasa, kamu yakin mereka tidak akan menindas kaum minoritas?," ujar teman lainnya.

Menurut saya, itu pertanyaan tepat. Jika belum berkuasa saja mereka bisa mengintimidasi. Mereka bisa mengancam dengan isu pribumi dan non-pribumi. Mereka menampilkan diri bisa berbuat rusuh. 

Lalu bagaimana jika orang-orang seperti ini diberi kekuasaan?

Dengan Tionghoa mereka benci. Dengan non-muslim mereka memusuhi. Dengan muslim yang tidak seide pun mereka tega berbuat nista. Bahkan dengan jenazah mereka bisa melecehkan. Jadi siapapun yang berbeda akan diperlakukan dengan buruk.

Boleh jadi sekarang aspirasimu sama dengan mereka. Kamu merasa berada dalam satu golongan. Karena kamu seorang muslim, misalnya. Tapi mungkin suatu saat nanti kamu berbeda. Akal sehatmu tidak lagi sejalan dengan mereka. Saat itulah kamu akan dijadikan sasaran.

Menurut saya, Pilkada DKI ini bukan sekadar pertarungan Ahok vs Anies. Ini lebih pada pertarungan kaum radikal agamis yang mendompleng seorang kandidat untuk menyebarkan pengaruhnya. Menyebarkan ideologi kebencian dan permusuhan.

Mereka yang sejak dulu bermaksud mengubah Indonesia menjadi negara syariah atau khilafah. Negara khilafah seperti apa? Justru negara-negara yang di masyarakatnya tercetus ide khilafah, kini porak poranda. Lihat saja Afganistan? Irak? Suriah? Pakistan?

Kita tidak mau Indonesia dihancurkan seperti mereka memporakporandakan Irak atau Suriah. Kita tidak mau peradaban kita diubah jadi barbar seperti Afganistan jaman Taliban.

Jadi ini soal bagaimana merawat kebhinekaan. Merawat Indonesia dari rongrongan para radikal yang hobi merusak dan mengintimidasi. Menyelamatkan hidup kita pada para barbar berkedok agama.

Jika sekarang Anda ketakutan terhadap intimidasi mereka, sama saja Anda sedang menyumbang untuk ikut meruntuhkan Indonesia.

Ya, Indonesia. Sepetak tanah di bumi yang sama-sama kita cintai. Alhamdulillah, tadi malam polisi menangkap koordinator aksi 313 dan lima orang lainnya. Apa tuduhannya? Makar! Nah, lo!
Load disqus comments

0 komentar