Selasa, 14 Maret 2017

SOEHARTO ITU SINTERKLAS, TAPI MUALAF

Agaman
Gus Mus
Di sebuah sekolah dasar, sekumpulan bocah dengan wajah lucu dan pipi gembil asyik ngobrol. "Aku kangen jaman Soeharto," ujar seorang anak perempuan berambut keriwil.

"Di jaman itu permen dibagikan gratis. Anak-anak boleh bermain sepuasnya. Ibu guru wajib membawa marshmellow untuk dibagikan ke murid-muridnya," ujar seorang anak kepada temannya.
"Wuihhh asyik tuh. Kita bisa main PS sepuasnya, gak?"

"Oiya dong. Semua anak bisa main PS sepuasnya, mama kita gak boleh marah. Eh, tahu gak, katanya Soeharto suka bagi-bagi cokelat."
"Kayak sinterklas, ya?"

"Iya. Jenggotnya warna putih. Perutnya juga gendut."
"Soeharto agamanya apa sih? Kok, kayak sinterklas?"
"Islamlah..."

"Kata mamaku, sinterklas itu agamanya kristen..."
"Itu kan, dulu. Sekarang sinterklas sudah masuk Islam. Mamamu gak baca Pesbuk sih". Terdengar bunyi bel masuk. Anak-anak berhamburan menuju kelasnya. Di dalam ruangan, ibu guru yang cantik memulai pelajaran dengan membaca doa. Setiap anak diminta berdoa untuk satu permintaan.

"Ya Allah, kembalikan jaman Soeharto lagi secepatnya. Aku mau main PS sepuasnya, makan cokelat dan bu guru tidak memberi PR".

Mendengar doa seorang anak, bu guru itu langsung mengaminkan. Dia teringat malam minggu kemarin di mesjid At Tin. Doa jemaah disana sama persis dengan doa muridnya itu.

Mereka juga berharap dapat cokelat dan marshmellow gratis. Mereka juga ingin main PS sepanjang waktu tanpa dimarahi mamanya.


Mungkin mereka yakin, Soeharto adalah sinterklas. Sinterklas yang jadi mualaf...
Load disqus comments

0 komentar