Kamis, 30 Maret 2017

YUK, KEMBALI KE JAKARTA YANG KUMUH

Politk
Sandiaga Uno dan Team
Sorry, fikiran saya terus muter jika membaca berita soal program perumahan para kandidat. Jadi, ketika membaca berita di bawah ini, saya terdorong menuliskan lagi soal ini.

Dari berita di bawah, tampaknya Sandi menjelaskan bahwa program perumahan Anies-Sandi itu, adalah subsidi DP untuk pembelian rumah bekas. Artinya rumah yang sudah ada sekarang yang mau dijual oleh pemiliknya. Dan Anies hanya membantu memberi DP kepada pembeli.

Tapi bukankah kebutuhan 1,3 juta hunian baru itu adalah persoalan yang nyata. Apapun alasannya Jakarta tetap dibutuhkan pembangunan perumahan baru. Jika tidak dipenuhi, ini jadi masalah kependudukan serius.

Tapi Anies bukan mau menyelesaikan masalah hunian itu. Dia tidak berencana membangun hunian baru. Tidak berencana menambah supply agar terjadi keseimbangan. Saya membayangkan kondisi ini, plus program subsidi akan memicu spekulasi gila-gilaan yang berdampak pada kekacauan harga properti. Bukan hanya perumahan, juga harga kos-kosan, rumah kontrakan dan petakan.

Jadi kalau programnya bolak-balik mengandalkan jual-beli rumah yang sudah ada tanpa pembangunan hunian baru, ini namanya bukan menyelesaikan masalah perumahan. Program ini cuma meringankan orang yang gajinya cukup mencicil rumah bekas.

Di mata saya apa yang akan dilakukan Anies-Sandi ini absurd. Dia mensubsidi orang yang mampu membeli rumah. Dia memberi 
bantuan pada orang yang gajinya cukup membayar cicilan bank.

Bagaimana rakyat yang pendapatannya gak cukup? Dimana mereka akan tinggal? Maaf, Anies-Sandi tidak mengurusi orang yang pendapatannya secuil. Itu derita lu sendiri.

Lagi pula, bukankah di kolong jembatan masih banyak lahan kosong? Atau kembali ke bantaran kali, ke slum-slum kotor, ke tempat-tempat kumuh seperti semula.Tampaknya dengan program ini Anies-Sandi akan mengembalikan kekumuhan Jakarta seperti dulu lagi.

Jika benar-benar terjadi, baru kali ini gue bersyukur menjadi warga Depok.
Load disqus comments

0 komentar