Rabu, 26 April 2017

SEEKOR NEMO

Koruptor
Teori Evolusi Koruptot @byQureta
"Gak apa-apa semua tidak jujur. Asal kita tetap jujur. Mungkin setelah itu tidak ada yang berterimakasih kepada kita. Kita juga gak terlalu peduli. Karena Tuhan yang menghitung amal kita, bukan orang lain..."

"Jika ada orang nanya sama saya, kamu siapa? Saya bilang, saya hanya seekor ikan kecil. Nemo di tengah lautan Jakarta," ujar Ahok, dalam pledoi pembelannya di ruang sidang, pagi ini.

Seekor ikan kecil, di tengah arus Jakarta yang sangat lebat. Kadang berenang melawan arus yang deras. Menari-nari diantara hujaman cuaca. Ikan kecil yang berjuang untuk sebuah idealismenya tentang pemerintahan yang berpihak pada rakyat. Tentang menjunjung kejujuran dalam bekerja. Tentang keikhlasan dalam melayani.

Tapi siapakah yang tertarik dengan itu semua?

Di tengah perebutan kekuasaan, mungkin saja, kejujuran, keadilan dan pelayanan yang ikhlas adalah barang langka. Kata-kata itu sering ditempatkan hanya sebagai slogan politik. Hanya menjadi pupur yang menghiasi wajah dalam kampanye.

Jika kamu bicara pada rakyat, sebutlah hal-hal normatif seperti kejujuran, keadilan dan pengabdian yang iklas. Tapi politik bukan hanya soal rakyat. Dalam perebutan kekuasaan ada juga partai, birokrasi, dan serenceng kepenting.

Kamu mau bicara kejujuran dengan mereka? Hahahahahaha. Bulshit. Dengan mereka, yang harus dibicarakan itu adalah pembagian kekuasaan, imbal balas jasa pemenangan, proyek yang memungkinkan untuk mengisi kas partai, dan jabatan.

Politik hari ini, membutuhkan bunglon-bunglon laut. Di depan publik dia tampil seperti Nemo kecil yang manis. Mengarungi samudera dengan slogan idea. Di waktu lain, dia harus bisa menjadi hiu yang siap memangsa. Bersama hiu-hiu lain saling berbagi hasil buruan.

Lalu dimanakah kita? Ikan-ikan kecil yang berjalan begerombol, lalu masuk perangkap dalam jaring pukat harimau?

Kita adalah ikan-ikan kecil yang diombang-ambingkan arus. Disergap perangkap atas nama agama. Dijanjikan surga. Tapi penggorengan juga yang menjadi akhirnya.

Seekor Nemo yang melawan arus, pagi tadi duduk di kursi pesakitan. Wajahnya lelah. Suaranya parau.

Kita hanya ingin memastikan, semoga dia tidak berenang sendirian..
Load disqus comments

0 komentar