Jumat, 28 Juli 2017

AKSI-AKSIAN GAK PERLU FATWA

GNPF MUI
GNPF MUI
Apa kata ketua MUI KH Maruf Amin soal aksi 287 yang akan digelar untuk memprotes keluarnya Perppu 2/2017 mengenai mekanisme pembubaran organisasi masa? "Umat tidak usah ikut-ikutan. Soal Perppu serahkan saja pada pemerintah dan DPR," ujarnya.

Aksi itu diinisiasi oleh alumni aksi 212, yang dulu dikomandoi oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF-MUI). Tapi kalau ketua MUI sendiri sudah berkata demikian, bagaimana dengan aksi itu? Fatwa siapakah yang akan dikawal? Mbuh!

Kayaknya kawal-mengawal fatwa memang cuma sekadar kedok saja. Ujung-ujungnya bukan mengawal fatwa MUI secara serius. Dibentuknya GNPF hanya karena pendapat keagamaan MUI sama dengan kepentingan politik orang yang suka aksi-aksian itu.

Makanya mereka menggunakan nama MUI untuk ditunggangi. Kalau pendapat MUI tidak sama dengan kepentingan politik mereka, ya mana mau mereka dengar. Mau fatwa kek, imbauan kek, pendapat agama kek, biarin aja. Emang MUI, siapa?

Sebetulnya aksi ini memang aneh luar biasa. Dalam Perppu yang dikluarkan Presiden jelas terbaca soal pembubaran ormas yang anti NKRI, Pancasila, UUD45 dan Bhineka Tunggal Ika. Ormas yang anti Pancasila kan bukan hanya HTI saja. Ormas yang suka main sweeping kan, bukan FPI doang.

Jika ada Ormas berhaluan komunis, itu tandanya Ormas itu juga perlu dibubarkan. Jika ada ormas sparatis, itu juga wajib dibubarkan. Jika ada Ormas yang suka bikin kekerasan, itu juga wajib bubar. Lha, yang sering teriak-teriak anti komuni, anti atheis kan, mereka juga. Kenapa mereka sekarang mau membelanya?

Begini. Aksi ini jelas diinisasi oleh kelompok keagamaan radikal. Sebab ormas-ormas beragama yang aturan organisasinya tidak bertentangan dengan falsafah dasar Indonesia, toh santai saja. NU dan Muhamadiyah tidak repot teriak-teriak anti Perppu. Wong memang Perppu ini memang ditujukan untuk ormas-ormas yang maunya mengubah dasar negara.

Kabarnya mereka juga akan mengibar-ngibarkan bendera merah putih agar orang percaya mereka ini juga nasionalis dan cinta Indonesia. Nasionalis, nenek lu! Cinta Indonesia, apaan kalau tujuannya mau mengubah dasar negara.

Bukankah Perppu ini dikeluarkan justru untuk memberangus siapa saja yang berbahaya bagi masa depan Indonesia. Kok, malah mereka protes. Bendera merah putih besok itu hanya kaflase saja. Kalau bisa mengibarkan bendara arab, mereka juga akan mengibarkannya.

Jadi, siapapun yang besok ikut-ikutan aksi, kita jadi tahu apa tujuannya. Makin jelas posisinya. Mereka gak pantas ngomong soal Islam, sebab yang mereka perjuangkan hanya agenda politik yang mengatasnamakan Islam saja. Mereka gak ada hubungannya dengan kemaslahatan umat. Yang dipikrikan hanya bagaimana mengubah dasar negara ini dengan kemasan agama.

Kalau Ketua MUI Kyai Maruf Amin tidak setuju aksi itu, ya wajar saja. Biar bagaimanapun latarbelakang KH Maruf Amin adalah petinggi NU. Kecintaannya pada bangsa tetap terpatri di hatinya. Kita gak tahu pengurus MUI lain yang selama ini boro-boro cinta sama NKRI. Wong, maunya bikin ribut melulu.

"Mas, Abu Kumkum katanya mau ikut aksi 287. Tapi dia maunya ikut aksi aja. Dia gak mau ikut demo," ujar Bambang Kusnadi.
"Lho, emang bedanya aksi sama demo apa, Mbang?"

"Kalau aksi rodanya empat. Kalau demo rodanya cuma tiga, mas..."
Load disqus comments

0 komentar