Minggu, 30 Juli 2017

BUNUH DIRI

Humor
Humor
Ada orang frustasi. Mau demo besar-besaran tujuh juta orang ternyata yang hadir cuma segelintir. Dia putuskan bunuh diri. Minum racun.

Tapi racun rasanya pahit, gak enak. Dia gak doyan. Dia memilih minum teh manis. Tapi dia ingat diabetesnya. Dia berfikir harus gunakan gula rendah kalori.

Dia menstarter motornya. Pergi ke minimarket. Karena gak hati-hati, sebuah angkot menyermpetnya. Jidatnya benjol. Dan umurnya masih panjang. Di RS dokter hanya memberikan dia kompres dan obat penahan sara sakit plus obat tidur.

Saat malam dengan kepala nyut-nyutan, dia pergi tidur. Tidurnya lelap sekali. Namun istrinya membangunkan. "Bang obat tidurmu belum diminum. Ayo minum dulu."

Dia kaget dan terbangun dengan perasaan marah. Orang sedang tidur enak-enak dibangunin. Tapi dia tahu istrinya galak luar biasa. Ini yang sebetulnya membuat hidupnya sedih tak berkesudahan.

Lalu dia menenggak obat tidur yang disodorkan istrinya. Enam butir sekaligus. Sejak saat itu dia tidak bangun lagi. Speaker mushola mengunumkan kematiannya dengan kata-kata mati karena ditabrak angkot.

Hanya istrinya yang tahu apa penyebab kematian sesungguhnya. "Punya laki kok, kerjanya demo terus. Bukannya càri nafkah. Mending begini aja deh, gak punya laki sekalian," ujar istrinya dalam hati. Tetangga berdatangan mengucapkan belasungkawa.


Keesokan harinya, dari uang belasungkawa, istrinya membeli TV LCD baru baru buatan Cina. Buat nonton sinetron dan akademi dangdut. Hidup memang tidak mudah diterka.
Load disqus comments

0 komentar