Rabu, 19 Juli 2017

SYIRIK ITU

Kerajaan Saudi
Raja Salman
Ketika mendapat kesempatan berziarah ke makam Kanjeng Rasul di Madinah, saya dihardik seorang askar (petugas keamanan syariah) ketika sedang mencium tembok pagar makam manusia suci tersebut. Makam di batasi dengan pagar pendek dan diantara pagar dengan tembok makam beberapa askar berdiri untuk menghalau para peziarah.
Saat berziarah ke makam Baqi bersama beberapa jemaan dari Lebanon saya juga dihardik karena berdoa agak panjang di makam para Imam Suci keluarga Nabi. Makam itu dibiarkan teronggok hanya bernisan batu kasar. Orang tidak bisa mendekat karena dibatasi pagar. Jadi para peziarah hanya bisa memandang dari kejauhan.
Khabarnya dulu makam-makam orang-orang suci di pekuburan Baqi memiliki kubah dan diperlakukan secara terhormat. Ketika pasukan Keluarga Bani Saud mengambil alih kekuasaan haramain lewat upaya kudeta, mereka menghancurkan keindahan makam itu. Meratakannya dengan tanah.
Masih dalam suasana Idul Fitri tahun 1345 H, tepatnya Rabu, 8 Syawal 1345 Hijriah 21 April 1925 Pemakaman Jannatul al-Baqi di Madinah diratakan dengan tanah atas perintah Raja Ibnu Saud.. Di tahun yang sama pula Raja Ibnu Saud yang Wahabi itu menghancurkan makam orang-orang yang disayangi Rasulullah Saw (ibunda, istri, kakek dan keluarganya) di Jannat al-Ma’la (Mekah).
Semua ini dilakukan karena paham Wahabi yang dianut Ibnu Saud. Paham keagamaan yang puritan itu mengharamkan ziarah kubur dan membid'ahkan orang yang berdoa di sana. Makanya para askar Saudi sering berteriak kepada mereka yang hendak mengekspresikan kecintaannya pada orang-orang suci dan juga mengambil tabaruk (keberkahan).
Dalam sejarahnya kekuasaan Ibnu Saud memang ditopang oleh ajaran Wahabi yang puritan. Inti ajaran ini seperti ingin membersihkan Islam dari hal-hal bermau syirik, bidah dan khuarafat. Makanya kalau mendengar para ustadnya ceramah, isinya gak jauh-jauh dari kalimat itu. Padahal gak juga begitu.
Ajaran ini sendiri diperkenalkan oleh Muhammad ibn Abdul Wahab. Syukurlah orang lebih ikhlas menyebutnya Wahabi ketimbang Muhamadiy, padahal nama pencetus ajaran ini adalah Muhamad. Sedangkan Wahab adalah nama ayahnya. Ibnu Saud berkepentingan untuk menjadikan ajaran ini sebagai agama resmi, sebab melalui doktrin Wahabilah dia bisa melanggengkan kekuasaannya sampai sekarang.
Di Indonesia pengikut ajaran ini lebih parah lagi. Mereka bahkan mengharamkan hormat bendera merah putih karena dianggap syirik, menuhankan bendera. Penyair Taufiq Ismail malah mengharamkan lagu Padamu Negeri, hanya karena pada lagu ini lirik. "Bagimu negeri, jiwa raga, kami."
Entah apa komentar Pak Taufik, kalau dia mendengar lagu Vina Panduwinata? " Di dadaku, ada kumismu..."
Tapi benarkan Saudi mengharam ziarah ke makam orang-orang suci atau keluarga untuk membersihkan ajaran Islam? Belum tentu. Nyatanya ajaran itu digunakan hanya untuk melanggengkan kekuasaanya saja. Mereka menjadikan Islam sebagai agama yang kering, kasar, gampang mengkafirkan dan tekstual. Tafsir tekstualnya itu hanya didominasi oleh mereka sendiri.
Jadi, bukan Islam yang hendak diperjuangkan. Mereka cuma ingin menjadikan ajaran ini sebagai pelanggeng kekuasaanya saja. Makanya jika penganut Wahabi ekstrem di Indonesia mengharamkan upacara bendera, Raja Salman, mah cuek saja mencium bendera AS.
Soalnya, AS adalah tuan besar yang lebih dicintai ketimbang keluarga Nabi. Orang tidak boleh mencium tembok makam Kanjeng Nabi karena takut syirik, sementara Salman dengan khusyuk mencium bendera AS. Muaaachhhhh....
Load disqus comments

0 komentar