Jumat, 24 November 2017

JEMA'AH JUM'AT DIBUNUH, SAMBIL TAKBIR

Mesir
Teror Mesir
Di Mesir, orang mati dibunuh saat sholat Jum'at. Pembunuhnya berteriak takbir sebelum memberondong jamaah. Ratusan orang mati tergeletak sehabis membisikkan nama Allah dalam gumamnya.

Di Mesir, tempat universitas Islam tertua, agama sedang diperkosa. Atas nama agama orang di luar masjid membunuhi jamaah yang sedang ibadah di masjid. Anehnya, para pembunuh itu menganggap dirinya sedang memperjuangkan nama Tuhan.


Tuhan yang manakah yang melegalkan kebiadaban?

Pada mulanya adalah pemahaman Wahabi. Doktrinnya yang merasa benar sendiri dan di luar dirinya adalah kafir, sesat, halal darahnya. Bercampur dengan para petualang politik. Lalu menjelmalah iblis-iblis itu.

Di Indonesia kaum yang sama juga sedang berusaha menguasai panggung. Sebagian sudah jadi teroris seperti di Mesir, Syuriah, Irak, Sudan. Merencanakan membunuh siapa saja yang dibenci.

Sebagian lainnya masih setengah teroris. Membenci siapa saja yang berbeda dengannya. Sebagian lain, ikut-ikutan teroris dengan menyebar-nyebarkan kebencian atau membela para pembenci.


Tabligh Akbar isinya provokasi. Para pembicara lebih mirip juru kampanye ketimbang ulama.

Ceramah agama isinya sampah. Sambil menyebut nama Allah, dia mencaci maki mahluk Allah.

Kebodohan dan kebencian disebarkan. Puritanisme dijadikan pijakan. Simbol-simbol keagamaan ditonjol-tonjolkan seperti takut tidak dikenal.

Pada mulanya adalah Wahabi takfiri. Di medsos cirinya sama: sebelum diskusi suka bertanya agamamu apa?

Sama seperti teroris, mereka ngaku berjuang atas nama agama, tapi dengan cara biadab. Hoax dan fitnah dimainkan sambil mengutip ayat dan hadist.

Kerjanya selalu menciptakan isu pemerintah sedang memojokkan Islam. Padahal umat Islam baik-baik saja. Pembangunan berjalan normal. Ekonomi bergerak. Masa depan negeri berpenduduk muslim terbesar di dunia ini justru sedang menuju kegemilangan.

Tapi, sama seperti Libya. Jaman Khadafi Libya adalah salah satu negeri paling royal kepada rakyatnya. Rakyat senang, hidup terjamin. Sekarang negeri itu hancur. Rakyat sengsara. Masa depan terancam.


Siapakah yang membuat umat Islam di Libya jadi pesakitan? Adalah mereka yang paling gemar menggunakan nama dan atribut Islam.

Jadi, siapakah sesungguhnya musuh umat Islam: adalah mereka yang paling sering memanipulasi agama ini untuk menyebarkan kebencian.

Jika ada ustad atau ulama ceramah agama dengan mengajarkan membenci umat lain, pemahaman lain, golongan lain. Ingatlah, saat itu Anda sedang digiring untuk menjadi algojo-algojo yang nantinya akan membunuhi umat Islam sendiri.
Atau digiring menjadi pemandu sorak para teroris. Atau mendukung para perusak.

Pada mulanya adalah Khawarij yang menjelma Wahabi yang mengajarkan kebencian. Lalu ada yang memetik manfaat dari kebodohan, dan umat Islam kini sampai pada tragedinya sendiri.


Seperti di Mesir. Seperti di Suriah. Seperti di Sudan.
Load disqus comments

0 komentar