Jumat, 02 Maret 2018

SUBSIDI CABUT JENGGOT

Tengku Zulkarnaen
Tengku Zulkarnaen

Tengku Zulkarnaen protes karena harga Pertamax naik. Kenaikanya hanya Rp 300 perliter. Padahal dari dulu harga bensin non subsidi fluktuasi harganya mengikuti pasaran. Jadi mau naik atau turun, gak diumumkan. Paling-paling hanya papan informasi di depan SPBU aja yang berubah.

Ini berbeda dengan harga Premium atau Pertalite. BBM jenis ini masih ada subsidi pemerintah. Dari mana duit buat subsidi? Dari pajak yang diambil dari seluruh rakyat.

Tukang ojeg bayar pajak. Mbok sayur bayar pajak. Pengusaha dan karyawan juga bayar pajak. Semua rakyat bayar pajak. Masa sih, duit rakyat kecil mau digunakan untuk mensubsidi mobil mewah si Tengku. Gak fair kan?

Kalau bisa beli mobil mewah, bensinya jangan minta subsidi dong. Itu namanya celamitan. Udah kaya, masih aja serakah.

Eh, gara-gara Pertamax naik dia malah teriak-teriak menyalahkan pemerintah karena Pertamax naik. Yang bloon, ada mahasiswa di Bogor yang demo kenaikan harga Pertamax. Jadi maunya mereka rakyat kecil harus mensubsidi orang-orang kaya yang memakai mobil mewah gitu?

Padahal rakyat di Papua selama ini tudak banyak bacot membeli bensin seharga Rp 60.000 seliter. Untung saja Jokowi adil. Dibuatlah kebijakan BBM satu harga. Meskipun untuk mendistribusikannya ke pelosok, ongkos trabsportasinya disubsidi.

Jadi subsidi itu memang buat orang miskin. Bukan buat orang yang semriwing naik mobil mewah di Jakarta. Itulah keadilan.

Gini ya. Kenaikan harga Pertamax hanya Rp 300 seliter. Ente tahu gunanya uang tiga ratus rupiah itu? Sini saya kasih tahu.

Ambil dua keping uang logam Rp100, satukan di tangan kanan. Jepit diantara sela jati. Nah, sekarang bisa digunakan buat mencabut jenggot.Coba deh.

Sisanya logaman seratus bisa ditabungin. Buat DP mobil baru..
Load disqus comments

0 komentar