Minggu, 22 April 2018

ADA KUDETA DI NEGERI WAHABI?

Kudeta
Kudeta Militer Arab Saudi

Kabarnya di istana kerajaan Saudi Arabia terdengar ledakan yang lumayan dasyat. Juga terdengar suara rentetan senjata. Ada yang bilang, Istana telah diserang pasukan bersenjata. Ada juga yang mengatakan serangan dikakukan melalui drone, pesawat nir awak.

Ada juga kabar yang mengatakan itu adalah upaya keamanan istana, yang menembak drone kecil yang dianggap terlalu dekat dengan istana.

Semua masih simpang siur.

Menurut kabar itu Raja Salman dan Putera Mahkota telah diselamatkan lewat bunker militer. Kini mereka ada di sebuah lokasi aman.

Orang bisa berspekulasi apakah telah terjadi kudeta di Saudi?

Ngomong soal konflik di istana, tampaknya Saudi sama dengan istana-istana lain. Kekuasaan seringkali membuat orang di dalamnya ngiler. Berapa kali kerajaan mengganti putera mahkota yang pasti akan membuat kekecewaan memuncak diantara para pangeran. Konflik antarpangeran yang masing-masing punya pengikut ini beresiko terjadi gesekan.

Apalagi sekarang Saudi sedang paceklik duit. Negara yang sebelumnya memanjakan rakyatnya kini mulai menarik pajak. Harga BBM naik. Rakyat Saudi menyimpan kekecewaan.

Di kalangan internal kerajaan konflik antar pangeran lebih terang-terangan. Penangkapan beberapa elit keluarga istana sampai penyitaan aset jutaan dolar sering terjadi. Tentu saja yang diincar adalah para pangeran yang menjadi saingan politik putera mahkota.

Sebagai gambaran, kerajaan Saudi memiliki ratusan pangeran. Mereka saling bersepupu atau berbeda ibu.

Demi perbaikan ekonomi, Saudi terpaksa membuka diri. Aturan agama berbasis Wahabi yang tadinya ketat, mulai berubah. Saudi membuka ruang lebih kuas kepada wanita. Boleh mengendarai kendaraan, punya hak politik dan bisa bekerja di sektor-sektor tertentu. Saudi juga membuka pantainya untuk turis, yang bisa menikmati menggunakan pakaian sebagaimana layaknya di pantai.

Bahkan baru-baru ini Saudi membuka gesung bioskop, yang selama 35 tahun diharamkan. Rencananya bakal ada 250 bioskop yang akan dioperasikan di seluruh negara.

Secara politik, Saudi juga menangkapi ulama Wahabi garis keras. Para agamawan yang selama ini dibiarkan menjajakan pandangan puritannya karena menguntungkan rejim, sekarang malah jadi musuh rejim.

Tentu saja keterbukaan yang mengagetkan ini membuat shock. Para penganut Wahabi garis keras merasa kerajaan telah melenceng dari aturan agama. Ini juga berpeluang membangkitkan perlawanan. Apalagi selama ini Saudi dikenal rajin menernakan kelompok radikal dengan doktrin garis kerasnya.

Bukan hanya di dalam negeri yang menyimpan api dalam sekam. Penjajahan Saudi terhadap Yaman menjadi problem tersendiri. Di Yaman Saudi bergerak sendiri, mengerahkan pasukannya sendiri mengobrak-abrik negeri para Habaib. Sementara negara yang selama ini jadi temannya malas ikut serta.

Bahkan, ada berita bersumber dari intelejen Rusia, dikabarkan ada rencana untuk membom Mekkah dan Madinah, dan kemudian akan dituduhkan pejuang Yaman sebagai pelakunya. Ini untuk menarik simpati umat Islam dunia.

Saudi juga punya konflik dengan negara lain. Kemarin misalnya, Saudi berkonflik keras dengan Qatar yang selama ini menjadi rekan koalisinya. Belum lagi keterlibatan militer Saudi di Suriah.

Jadi di dalam negeri ada banyak kekecewaan rakyat. Dari kalangan agamawan garis keras juga banyak penentangan. Di kalangan istana terjadi perebutan pengaruh dan kekuasaan para pangeran. Sementara di luar negeri Saudi punya banyak musuh yang membenci rejim itu.

Jangan kaget jika kemudian mulai terjadi gejolak. Bahkan mungkin saja gerakan kudeta mulai menggeliat.

Jika benar-benar terjadi konflik kekuasaan berdarah di Saudi, orang-orang Indonesia yang selama ini mengagungkan raja Salman, pasti akan kebingungan kemanakah mereka akan berpihak?

Toh, yang bertempur sesama Saudi. Sesama Wahabi. Sesama pendukung garis keras.

Tapi, informasi soal ini memang masih simpang siur. Mirip info soal apakah Fahri masih anggota PKS apa bukan.

"Saudi boleh saja konflik. Itu urusan mereka. Asal konflik kekuasaan disana tidak membuat Onta-onta Saudi stress hingga menderita anyang-anyangan. Nanti produksi pipisnya menurun," ujar Bambang Kusnadi.
Load disqus comments

0 komentar