Selasa, 01 Mei 2018

ORASI HARI BURUH

Hari Buruh
Demo Buruh

"Buruh kasar jangan ditempati orang asing," kata seorang demonstran. Mereka sedang memprotes, berdasarkan isu banyaknya tenaga kerja asing di Indonesia.

Lalu dia melanjutkan. "Posisi pekerjaan kasar itu jatah orang Indonesia. Enak aja mereka mau ambil jatah kita. Kalau mau, silakan orang asing jadi bos. Jadi pimpinan. Jadi manajer. Asal jangan jadi buruh. Itu hak bangsa kita.

"Ingat, kita ini bangsa kuli. Bangsa yang biasa kerja kasar. Makanya kalau ada TKA datang kesini menjadi pekerja kasar, kita harus marah. Itu bagian kita. Bukan untuk orang asing. Kalau semua pekerjaan kasar diambil TKA, lalu kita harus jadi bos gitu? Enak aja.

"Masa kita cuma duduk ongkang-ongkang. Itu bukan kebiasaan kita sebagai bangsa buruh, bangsa kuli. Itu kebiasaan bangsa bos. Kita ini kerja, ya kerja. Keringetan, capek. Itu batu kerja. Kita ke kantor mau kerja, bukan mau mikir. Jadi, amit-amit kalau kita disuruh jadi bos. Kerjanya cuma mikir, rapat, ngobrol. Gak ada kerjaan lain, apa.

"Lihatlah TKI di Malaysia. Mereka benar-benar datang sebagai pekerja. Jadi pembantu, buruh sawit, tukang batu, kuli bangunan. Itulah hakekat kita. Itulah inti bangsa kita. Lihat juga di Saudi atau Hongkong. Itulah kita.

"Masa kita sudah bisa ekspor kuli kasar ke luar negeri, sementara disini ada kuli kasar dari China. Itu pasti gak bener. Apa mereka semua gak tahu, kalau soal kuli kasar, kita ini jagonya.

"Jadi mari kita protes kalau ada TKA bekerja di sektor kasar. Sekali lagi, tempat mereka bukan jabatan itu. Tenpat mereka itu jadi bos. Jangan sampai mengambil alih posisi kita sebagai kuli.

Orator itu berapi-api berorasi di atas panggung. Buruh-buruh peserta demonstran mulai lelah.

"Ini adalah hari buruh. Hari kita. Bukan hari para bos. Ayo semangat. Ayo semangat," orator itu memberi semangat lagi.

Sorenya orator itu pulang ke rumah. Dia mampir ke warung. Beli koyo cabe. Di tempel di kedua dahinya.
Load disqus comments

0 komentar