Rabu, 26 September 2018

AYO FPI, JANGAN CEMEN!

FPI
Habib Rizieq Shihab

Kata alumni GNPF, Rizieq dicekal oleh pemerintah Saudi. Dia gak boleh keluar dari Saudi. Entah apa masalahnya. Yang pasti kini GNPF mendesak Kemenlu RI untuk memberi perlindungan hukum kepada Rizieq.

Kita gak tahu masalah dan kebenaran berita itu. Seandainya pun benar, ada banyak pertanyaan di kepala saya.

Pertama, Rizieq itu imam besar FPI. Sebagai organisasi massa sampai sekarang saya tidak mendengar FPI menyuarakan kecaman pada pemerintah Saudi. Padahal katanya pemerintah Saudi mencekal Rizieq. Masa sih, imamnya digituin FPI diam saja.

Biasanya FPI selalu tampil garang. Tapi menghadapi ulah Saudi kenapa sekarang jadi ayam sayur?

Jika benar Rizieq dicekal, kenapa gak ada rombongan FPI dengan mobil komando berkoar-koar di depan kedutaan Saudi agar negara Wahabi itu memperlakukan Rizieq layaknya tamu kerajaan. Ini kokk, malah dicekal. Kenapa mereka gak menuntut boikot seluruh kepentingan Saudi di Indonesia, seperti yang sering mereka suarakan?

Kedua, biasanya FPI hobi main sweeping-sweepingan. Kenapa gak ada teriakan FPI mau mensweeping warga Saudi di Puncak? Semua orang tahu lokasi yang paling diminati orang Saudi di Indonesia adalah pundak. Selain dingin, juga banyak tersedia istri-istri outsourching disana.

Yang heran justru FPI menyalahkan pemerintahan Jokowi, padahal yang mencekal Rizieq adalah pemerintahan Saudi. Jika begitu fikiran FPI, maka tanpa disadari merrka mengakui Jokowi ini Presiden yang lebih sakti dari raja Salman. Wong, Jokowi diminta menekan Saudi untuk melepaskan pencekalan Rizieq.

Terlepaa dari benar dan tidaknya Rizieq dicekal Saudi, yang pasti kerajaan Saudi memang aedang getol membersihkan penceramah garis keras di negaranya. Entah sudah berapa banyak penceramah diseret dari mimbar khotbah karena ikut-ikutan berkomentar soal politik.

Padahal, misalnya, ulama Saudi itu hanya menyerukan perdamaian Saudi dengan Qatar. Tapi tetap saja ditangkapi atau diseret ketika mereka sedang ceramah. Dibetot jubahnya di depan jemaah oleh polisi.

Nah, kita gak tahu, Rizieq yang terus menerus menyuarakan suara Islam garis keras ini apakah dianggap menyebalkan oleh Saudi, sehingga dia dicekal. Jika benar begitu, jalan satu-satunya harus melawan kebijakan Saudi tersebut. Tunjukin dong, kebesarannya sebagai imam besar. Meskipun kita gak tahu apanya yang besar, setidaknya jangan lalu menciut begitu ketika menghadapi raja Salman.

Tapi seharusnya Rizieq gak perlu gundah. Gak perlu juga ketakutan ditangkap polisi Saudi. Pemerintah Saudi hanya getol menangkapi para ulama. Yang bukan ulama gak akan ditangkap. Sumpah.

"Jadi tukang obat jerawat, gak perlu takut ditangkap polisi Saudi kan, mas?," ujar Abu Kumkum.
Load disqus comments

0 komentar